Kiri Berdiri, Kanan Berjalan

Posted: October 25, 2013 in Sela

Ndy

(Migrasi Blog, tulisan asli diposting 7 Oktober 2012)

HASIL mendengarkan salah satu saluran radio sepanjang perjalanan ke kantor tadi siang. Ternyata, banyak juga orang yang merasa terganggu dengan kebiasaan sebagian orang yang lain ketika menaiki eskalator.

Apa kebiasaan itu? ‘Memblokir’ eskalator sehingga orang lain yang sedang bergegas dan tidak ingin santai-santai di eskalator, tidak bisa terus berjalan.

Ambil contoh sepasang kekasih. Mereka biasanya berdiri berdampingan saat menumpang eskalator. Seakan-akan pasangannya itu bakal hilang kalau ga terus ada di sampingnya.

Kalau sama-sama terus berjalan, tidak masalah. Tapi mereka berhenti hingga eskalator mencapai puncak. Padahal, ekalator itu hanya muat untuk dua orang berdiri berjajar. Itu namanya memblokir.

Celakanya, hal seperti itu benar-benar sudah menjadi kebiasaan di sini. Sampai-sampai orang yang tidak sealiran dengan kebiasaan tersebut ikut tertular karena selalu sungkan meminta jalan.

Gue merasakan akibatnya saat bepergian di Singapura beberapa waktu lalu. Naik eskalator di sisi kanan langsung berhenti. Tentu saja yang di belakang meminta jalan. Bukan apa-apa, tapi malunya ga nahan. Khawatirnya orang yang di belakang gue itu menyangka gue dari Indonesia. Padahal kan bener :p

Untuk diketahui, di Eropa dan negara-negara maju pada umumnya terdapat norma atau peraturan tidak tertulis ketika kita menaiki eskalator.
Di Singapura, pejalan kaki yang ingin menikmati laju eskalator sambil melihat-lihat pemandangan dengan santai, alias berhenti di tangga eskalator, WAJIB berdiri merapat ke sisi kiri. Sisi sebelahnya harus kosong untuk membuka jalan bagi pejalan kaki lainnya yang ingin terus berjalan.

Etiket menumpang eskalator di metro Shanghai. Kanan untuk yang berdiri, kiri untuk yang berjalan.

Memang tidak selalu sama di setiap negara. Di Inggris dan negara-negara Eropa lainnya, yang berlaku biasanya adalah ‘kanan berdiri, kiri berjalan.’
Namun, kita bisa dengan mudah mengenali di sebelah mana jalur yang untuk berdiri dan mana yang untuk berjalan. Terutama bila eskalator itu tergolong sibuk.

Ga susah kok menanamkan kebiasaan itu kalau memang kita terbiasa peduli pada orang lain. Dan jangan juga merasa kesal kalau ada orang yang meminta jalan di eskalator. Kampungan itu namanya…

****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s