Kita Serumpun

Posted: October 25, 2013 in Catatan

Ndy

(Migrasi Blog, tulisan asli diposting 22 Juni 2012)

MASIH dalam rangkaian heboh pemberitaan Tari Tor-Tor yang hendak diklaim Malaysia, kita harus akui bahwa Malaysia lebih pandai berpromosi ketimbang Indonesia. Buktinya, Malaysia lebih dikenal di dunia daripada negeri tercinta ini.

Saat melancong ke negara lain, khususnya non-Asia Tenggara, gue kerap disangka orang Malaysia. Itu masih mending, kadang juga ditebak sebagai orang China atau India. Ga pernah sekalipun dibilang orang Indonesia.

==Eh, pernah ding, satu kali pas ke Istambul. Waktu shalat di Masjid Sultan Ahmed, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Biru (Blue Mosque), ada yang menebak gue (dan seorang teman) berasal dari Indonesia. Apa pasal? Kami memakai mukena dan menurut si ibu yang gue lupa darimana, hanya orang Indonesia yang pakai mukena :p ==

Bagian dalam Masjid Sultan Ahmed, Istambul (Turki, Desember 2008)

Miris memang. Hati ini juga kurang suka bila disangka orang Malaysia. Tapi mau bagaimana, itu gara-gara Indonesia ga terkenal.

Lain lagi bila berkunjung ke negara-negara Asia Tenggara. Gue justru sering disangka sebagai orang lokal. Waktu ke Thailand, pedagang kaki lima di pasar Bangkok hampir selalu menawarkan dagangannya dengan bahasa Thai ke gue.

Demikian pula ketika ke Kamboja. Awalnya gue sempat heran karena orang Kamboja memakai ‘standar ganda’. Di satu waktu gue selalu disapa dengan bahasa Inggris, di lain waktu pakai bahasa Khmer. Ternyata bukan ‘waktu’-nya yang menentukan tapi ‘tempat’-nya.

Gue selalu disapa pakai bahasa Inggris pada saat menjelajahi pasar-pasar suvenir, contohnya Psar Cas (Pasar Tua) dan Night Market , di Siem Reap. Ya wajar saja, karena hanya turis asing yang berbelanja di pasar itu. Sedangkan ketika menyusuri pasar yang  banyak didatangi warga lokal seperti Psar Toul Tom Pong alias Pasar Rusia di Phnom Penh, mereka menyapa dengan bahasa Khmer.

Kawasan Psar Cas, Siem Reap, Kamboja (Juli 2011)

Karena menyangka gue orang lokal, pedagang yang menyapa selalu menunjukkan tampang terkejut saat gue berbicara dengan bahasa Inggris.
Malah waktu mencari sandal jepit baru, ada yang sampai ga percaya gue ga bisa bahasa Khmer. Dia masih memandang gue terus sambil berkata dalam bahasa Inggris ‘Bukan orang Kamboja?’ :P

Memang kalau dilihat-lihat, orang Kamboja mirip orang Indonesia. Tampang mereka lebih banyak kemiripan dengan kita ketimbang orang Thailand atau Vietnam.

Tapi, bukan berarti orang Vietnam ga pernah ‘ngeklaim’ gue sebagai bagian dari mereka. Bedanya, kejadiannya bukan di Vietnam, melainkan di Barcelona, Spanyol.

Dalam perjalanan dari stasiun metro ke Arc de Triomf  bersama lima orang teman, tiba-tiba ada yang memanggil. Gue menoleh. Tampak wajah-wajah Asia, namun ga ada yang gue kenal. Tapi karena dipanggil, gue mendekati mereka. Salah satunya juga berjalan mendekat dan menyapa dengan bahasa yang asing.

Gue berkata, ‘I’m sorry. Can you speak English?’ Dia kelihatan kaget dan buru-buru minta maaf dengan bahasa Inggris dan bilang mereka menyangka kami orang Vietnam juga. Hayyahh…

(Dari kiri ke kanan) Ngon, Hien, Tuyet, Thanh, Thuy, Hanh di Park de Guell, Barcelona (November 2007).

Orang Filipina juga miriplah sama orang Indonesia. Walaupun gue belum pernah ke sana, ada teman asal Filipina yang gue yakin kalau di Jakarta disangka orang Indonesia.

Bagaimanapun orang-orang Asia Tenggara adalah serumpun makanya tampangnya mirip, bukan hanya Indonesia dengan Malaysia ataupun Brunei. Tapi kok ya cuma satu yang hobi banget ngeklaim budaya orang. Seandainya sama-sama suka ngeklaim kan jadinya lebih mirip lagi :p

****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s