Kunonya Negeriku–Revisited

Posted: October 25, 2013 in Sela

Ndy

(Migrasi Blog, tulisan asli diposting 4 Juni 2012)

SEKITAR lima tahun yang lalu gue pernah menulis postingan di blog tentang betapa kunonya negeri ini. Inti ceritanya adalah (bahkan sampai hari ini) konsumen tidak bisa membeli tiket kereta api di loket resmi PT KAI dengan menggunakan kartu debit. Apalagi pakai kartu kredit, lebih ga bisa lagi.

Sayangnya blog itu sudah dihapus, jadi ga bisa gue tautkan dengan tulisan ini. Kisahnya masih mirip. Beberapa waktu lalu, suatu kejadian sempat membuat gue memaki dalam hati karena ketidaktersediaan suatu fasilitas di suatu tempat. Padahal menurut gue, fasilitas itu harus ada di tempat-tempat seperti itu.

Ceritanya gue berangkat kerja naik angkutan umum. Perjalanan pertama adalah menggunakan angkot dengan tujuan Terminal Kampung Rambutan. Saat angkot itu baru saja masuk tol, terlintas di pikiran gue sepertinya di dompet ga ada uang. Benar saja, waktu gue periksa ga ada sepeserpun uang di sana.

Gue baru inget, semalam masih punya satu lembar seratus ribuan. Uang itu gue pakai bayar tol dan kembaliannya gue letakkan di dashboard mobil.
(Sedikit) paniklah gue. Tapi tetep donk dengan muka datar seakan ga ada masalah, sehingga sopir yang duduk di samping gue ga curiga.

Pelan-pelan, tanpa memancing perhatian si sopir, gue pun mulai membuka-buka tas. Berharap mendapati sisa-sisa uang di sana. Memang terkadang gue asal saja memasukkan uang kembalian ke dalam tas.

“Dua ribu, empat ribu, nah tinggal lima ratus lagi kebayar deh nih ongkos angkot,” pikir gue. Genaplah Rp4.500, siap dibayarkan ke sopir angkot.
Tentu saja yang terpikirkan berikutnya adalah di mana ATM terdekat. Karena gue masih harus menumpang bus ke arah Kebon Jeruk dengan ongkos Rp5.000 + angkot atau ojek ke kantor.

Seinget gue di Kampung Rambutan ga ada ATM. Saat itu gue mulai memaki. Kok bisa-bisanya di terminal, salah satu terminal utama Jakarta pula, ga ada ATM! Tapi lalu gue berpikir mungkin sekarang ada. Soalnya gue juga sudah lama ga masuk Terminal Kampung Rambutan. Biasanya nyegat bis cuma dari depan terminal.

Sesampainya di dalam terminal, gue turun dari angkot. Membayar Rp4.500 ke sopir, dengan puas :D Kemudian mulai mencari ATM. Ga nemu juga, gue tanya ke petugas terminal unutuk memastikan. Ternyata benar, sampai tahun 2012 pun, GA ADA ATM DI KAMPUNG RAMBUTAN! *#!#@ “Paling adanya di Makro Pasar Rebo, mbak,” kata di petugas.

Kembali mengais
Ada tiga pilihan terpikir di kepala. Pertama, gue naik taksi sampai kantor atau sampai Makro. Tapi risikonya kalau ATM di sana bermasalah bisa jadi problem lagi. Mahal pula ongkos taksi ke kantor.

Kedua, gue jalan kaki ke Makro Pasar Rebo yang jaraknya sekitar 1,5 km. Mayan pegel pastinya dan hari sangat terik. Ketiga, mengais-ngais tas untuk mencari uang lagi. Cukup Rp2.000 aja, untuk naik angkot ke Makro Pasar Rebo.

Dalam hati gue ketawa sendiri. Masa punya duit jutaan rupiah di bank tapi bayar angkot Rp2.000 aja ga mampu. Waktu itu baru gajian, jadi duit di bank masih full :p

Gue pun memilih opsi ketiga. Nanti kalau di Makro ATM-nya bermasalah gue baru akan naik taksi ke kantor. Lima ratus, seribu, seribu dua ratus, seribu tujuh ratus, seribu sembilan ratus, waks…kurang cepek. Gue sisir kembali tas…akhirnya nemu juga cepek..Lega! Sumpah, itu duit rupiah terakhir yang gue temuin di tas. Ada juga ringgit, tapi masa bayar pake ringgit. Bisa dipecat gue dari kewarganegaraan Indonesia :P

Naiklah gue angkot sampai gerbang Lotte Mart (dulu Makro). Sambil menyerahkan recehan gue bilang ke sopir,”Itu dua ribu, Bang.” Terus langsung ngacir :P

Sudah siap dengan skenario terburuk, rasanya senang banget melihat ATM-nya berfungsi dengan baik dan mengeluarkan lembaran uang warna merah. Akhirnya jadi juga gue ke kantor naik bis :D Tapi masih dongkol kenapa di Kampung Rambutan GA ADA ATM?!!

****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s