Pulau Pari

Posted: October 25, 2013 in Petunjuk Jalan

Ndy

Snorkeling di sekitar Pulau Pari. Lokasi : dekat Pulau Tikus.

Snorkeling di sekitar Pulau Pari. Lokasi : dekat Pulau Tikus.

Seri Kepulauan Seribu, simak juga Pulau Kelapa & Pulau Harapan.

21-22 Juni 2013 (Peserta : gue + tiga keponakan usia 10-12 th)

Destinasi : Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

ATM

Di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke maupun Pulau Pari tidak ada ATM. Jadi, bawa uang tunai sesuai kebutuhan.

Transportasi

Dari rumah naik mobil ke Pelabuhan Kali Adem Muara Angke. Tarif parkir mobil menginap semalam Rp50 ribu. Pelabuhan di Muara Angke ada dua, yang baru adalah Pelabuhan Kali Adem, untuk pemberangkatan kapal-kapal Kemenhub. Sedangkan pelabuhan lama adalah tempat pemberangkatan kapal-kapal kayu bermotor milik nelayan. 

Awalnya hendak mengunjungi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Tapi sesampainya di Pelabuhan Muara Angke (hampir pukul 7 pagi), kapal kayu menuju Pulau Tidung sudah berangkat, sedangkan tiket kapal milik Kemenhub ke tujuan Pulau Tidung sudah habis oleh antrean calon penumpang yang sudah terlebih dulu tiba.

Akhirnya berubah haluan ke Pulau Pari yang masih tersedia tiketnya.  Pas banget, kalau kalah duluan sama tiga orang saja udah ga ada lagi tiket untuk empat orang. Cara antrenya dengan mengantrekan tas sesuai jumlah tiket yang hendak dibeli. Antrean sudah dimulai sebelum loket dibuka. Datanglah paling lambat pukul 06.00 WIB.

Harga tiket kapal Kerapu tujuan Pulau Pari  Rp42 ribu/orang —> sebelum harga BBM bersubsidi naik ke Rp6.500/liter.

Kapal berangkat sekitar pukul 08.00. Keberangkatan berikutnya sekitar pukul 12.00. Namun tidak pasti, tergantung situasi ombak. Seringkali di siang hari ombak cukup besar sehingga kapal cepat milik Kemenhub yang mungil-mungil tidak berani lewat. Perjalanan ga ssampai satu jam.

Sedangkan dari Pulau Pari keberangkatan kapal milik Kemenhub sekitar pukul 10 pagi. Tapi  begitu loket buka sekitar pukul 8 pagi harus cepat beli tiket. Jatah tiket untuk Pulau Pari hanya 6 buah. Jika pulang pada hari Sabtu lebih mudah karena bisa menumpang kapal kayu yang relatif kosong saat kembali ke Pelabuhan Muara Angke.  Kapal kayu mulai berdatangan mulai pukul 9 pagi. Tiket kapal kayu bayar di kapal.

Kapal Kerapu milik Kementerian Perhubungan

Kapal Kerapu milik Kementerian Perhubungan

Kapal kayu yang mengantar penumpang dari pelabuhan Jakarta (di Pulau Jawa) ke Kepulauan Seribu.

Kapal kayu yang mengantar penumpang dari pelabuhan Jakarta (di Pulau Jawa) ke Kepulauan Seribu.

Menurut keterangan petugas, naik kapal kayu bayar Rp30 ribu per orang. Tapi dari Pelabuhan Muara Angke hanya 1-2 kapal yang berangkat pada hari biasa, itupun pagi-pagi sekali. Kalau mau naik kapal tersebut harus datang sebelum jam 6 pagi. Di akhir pekan, keberangkatan kapal kayu lebih kerap, tapi ramainya minta ampun *alergi keramaian*.

Penginapan & Sewa Kapal

Di hari biasa mudah sekali mendapatkan penginapan. Semuanya dalam bentuk rumah penduduk yang disewakan. Tarif sewa satu rumah (dua kamar) non AC sekitar Rp250 ribu-Rp300 ribu. AC Rp400 ribu-Rp500 ribu.  Jika datang pada waktu akhir pekan sebaiknya pesan penginapan dulu di muka. Go show sangat mungkin ga kebagian penginapan. Tenda ada disewakan di pinggir Pantai Pasir Perawan dengan tarif Rp60 ribu-Rp80 ribu per tenda. Atau menumpang tidur di saung-saung, sewa Rp20 ribu per orang.

Salah satu kontak penginapan : Homestay Mole Pulau Pari 085810189578 (Ibu Ibad). Juga menyewakan peralatan snorkeling Rp25 ribu/set dan sewa kapal Rp250 ribu-Rp300 ribu.

Pemilik kapal biasanya  mengantar ke beberapa lokasi snorkeling di dekat Pulau Pari dan mampir berlabuh di Pulau Tikus. Jangan lupa bawa bekal biskuit atau roti-roti buat mengumpulkan ikan :D

Sepeda disewakan oleh penginapan. Kebetulan Homestay Mole ga menyewakan sepeda, tapi mungkin bisa mencarikan.

Pantai Pulau Tikus dan kapal sewaan yang mengantar snorkelingan dan menclok pulau. Karena kapalnya kecil tarifnya Rp250 ribu.

Pantai Pulau Tikus dan kapal sewaan yang mengantar snorkelingan dan menclok pulau. Karena kapalnya kecil tarifnya Rp250 ribu.

Pantai Pulau Tikus. Aman untuk anak kecil berenang-renang.

Pantai Pulau Tikus. Aman untuk anak kecil berenang-renang.

Makan

Di Pulau Pari tidak ada warteg ataupun warung nasi. Di mana-mana cuma jual Indomie yang dihargai Rp8.000 per porsi, belum termasuk minum. Jadi kecuali udah terlebih dahulu pesan masakan pada saat memesan penginapan sebaiknya bawa bekal nasi dari rumah. Makan malam bisa pesan dari pemilik penginapan saat sudah di Pulau Pari. Satu set masakan terdiri dari nasi, sayur kangkung, sambal kecap, dan dua ekor tongkol bakar yang berlebih untuk makan 4 orang dihargai Ibu Ibad Rp65 ribu.

Pengeluaran

Bawa uang tunai :

Rp1,2 juta,

hampir habis, cuma sisa Rp2.ooo. Pengeluaran termasuk untuk bayar tol pulang-pergi dari Bekasi, plus ongkos parkir di Pelabuhan Muara Angke. Itu juga termasuk bayar tiket masuk Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari Rp3.500 per orang.

****

HOMESTAY HEMAT DI JAKARTA. HANYA Rp80 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP120 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s