Ujung Kulon

Posted: October 25, 2013 in Petunjuk Jalan

Ndy

26-30 April 2012 (Peserta 6 orang + 2 orang nemu on the spot)

Pantai Pulau Peucang. Airnya tenang, jernih (kecuali abis ujan), menyenangkan buat main air dan snorkeling.

Destinasi : Pulau Peucang, Cibom, Ciramea, Tanjung Layar, Cidaon, Pulau Handeuleum, Sungai Cigenter, sumber air panas Cibiuk.

Sebaiknya minum obat antimalaria (klorokuin) karena Ujung Kulon adalah daerah endemi malaria. Menurut keterangan Pak Karsa, Jagawana di sana, sekitar 70% penduduk Ujung Kulon punya penyakit malaria. Dia sendiri mengidap penyakit itu. Malaria belum bisa disembuhkan dan bisa kambuh. Obat antimalaria biasanya diminum seminggu sebelum berangkat. Kemudian diminum setiap minggu pada hari yang sama sampai 3-4 minggu setelah meninggalkan wilayah endemi.

Transportasi

Berangkat (dari depan Slipi Jaya, Jakarta) Kamis, 26 April, pukul 22.00.

Bis jurusan Merak, via Serang. Non-AC Rp10 ribu; AC Ekonomi Rp17 ribu; AC Eksekutif Rp20 ribu. Turun di Terminal Pakupatan Serang. Bis dari segala jurusan di Jakarta menuju Merak beroperasi 24 jam. Durasi 2 jam.

Dari Jakarta bisa juga naik bis jurusan Labuan, dari Terminal Kalideres. Dilanjut elf menuju Taman Jaya atau Cibaliung atau Sumur. Tarif yang umum Rp60 ribu per orang. Kapasitas elf 13-15 orang.

Suasana dalam elf yang kami sewa. Ini isi 6 penumpang. Kebayang kalo isinya full sampai 15 orang…jalan sekitar 6 jam.

Sewa Elf yang memang biasanya melayani jurusan Serang-Taman Jaya Rp1.300.000 pp. CP: Nur 087772246382 (keneknya Pak Sardan yang ngetop itu :p). Janjian ketemu di Terminal Pakupatan Serang. Apesnya bis non-AC dr Jakarta yang kami tumpangi ga masuk terminal. Jadi naik angkot ke terminal Rp10.000 untuk 6 orang.

Bila naik Elf yang umum, adanya sekitar jam 9 sampai tengah hari. Demikian juga elf dari Labuan. Sepertinya cuma ada 1 atau 2 elf yang menuju Taman Jaya. Menurut informasi, lebih banyak Elf yang menuju Cibaliung/Sumur, baik dari Serang maupun Labuan.

Durasi perjalanan Serang-Taman Jaya 6 jam! Karena selain jauh, kondisi jalan mulai dari Sumur sampai Taman Jaya rusak berat.

dari Taman Jaya ke Peucang dan sekitarnya + Handeuleum

Tiba di Taman Jaya sekitar pukul 06.00. Setelah istirahat sarapan dan belanja bahan makanan, berangkat menuju Peucang sekitar pukul 09.00.

Sewa kapal  kapasitas 12 orang Rp1.900.000 + Rp250.000 (tukang masak). Untuk 3 hari 2 malam. CP: Pak Komar 085753638232. Bisa sewa kapal dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 20 orang dan 30 orang, mulai dari Rp3 juta.

Kapal berkapasitas 12 orang dengan penumpang yang ceria.

Alternatif sewa kapal, di Taman Jaya.

Jika start dari Sumur, untuk sewa kapal bisa menghubungi Pak Koni 081806296363 (info dari Balai TNUK). Sempat nanya, sewa kapal yang ditawarkan Rp3 juta.

Pulang

Taman Jaya-Serang pakai elf sewaan. Serang-Jakarta dengan bis umum dari Merak. Nunggu dari pintu tol (bukan di terminal) mulai pukul setengah satu dini hari, baru naik hampir pukul 2. Hati-hati copet!

Penginapan

Pulau Peucang (1 malam), kamar Fauna kapasitas 3 orang. Tarif Rp250 ribu per malam. Pesan langsung ke Balai TNUK. Biasanya dengan Pak Julianto. Syarat pemesanan, bayar DP minimal separuh dan dilunasi paling lambat 3 hari sebelum hari H.

Halaman depan penginapan di Pulau Peucang. Shift penampilan–>Malam hingga siang: babi hutan, sore hingga malam: rusa (atau kijang ya?) dan kera.

Kamar Fauna, cukup lega. Kamar mandi di luar.

Jangan lupa konfirmasi pembayaran dengan mengirim bukti transfer melalui fax dan bawa bukti transfernya untuk diserahkan di penginapan.  Karena pihak pengelola di Pulau Peucang jarang berkomunikasi dengan Balai TNUK. Ga ada sinyal euyy…

Info akomodasi http://www.ujungkulon.org/info-pengunjung/akomodasi.

Pulau Handeuleum (1 malam), kamar kapasitas 2 orang. Tarif Rp150 ribu per malam. Extra bed Rp50 ribu per unit. Dari 8 kamar yang tersedia, ada dua kamar di bawah yang memiliki kamar mandi di dalam. Pemesanan terpisah dengan yang di Pulau Peucang. Untuk Handeuleum pesan langsung ke Pak Hartoyo 08176618255. Atau tanya ke Balai TNUK, sapa tahu induk semangnya udah ganti.

Kamar Badak, penginapan di Handeuleum dengan kamar mandi di dalam.

Rusa di Handeuleum lebih jinak.

Tarif Obyek Wisata

Tiket masuk TNUK per orang Rp2.500 + asuransi Rp3.000. (bisa bayar di Peucang atau Handeuleum, pilih sendiri).

Tambat kapal Rp50 ribu. Kapal yang lebih besar Rp100 ribu.

Dermaga Pulau Peucang.

Tur per orang (sudah termasuk Jagawana yang akan memandu): Cidaon Rp10.000; Tanjung Layar Rp15.000; Ciramea Rp20 ribu; Karang Copong Rp10 ribu.

Kegiatan 

Hari pertama, tiba sekitar pukul 12.00 di Pulau Peucang. Perjalanan Taman Jaya-Peucang sekitar 3 jam. Leyeh-leyeh dan makan siang, setelah itu snorkelingan. Tapi karena malamnya abis hujan, airnya keruh jadi ga kelihatan ikan-ikan dan terumbu karangnya. Sore, jam setengah 5 ke Karang Copong menikmati sunset. Trekking sekitar 1 km, waktu tempuh 40-60 menit, tergantung kecepatan berjalan.

Biarpun kurang kondusif untuk snorkeling, tetep asyik buat floating-floating.

Matahari terbenam di Karang Copong. Sayang ketutup awan..Jangan lupa bawa senter.

Hari kedua, naik kapal ke Cibom, trekking Cibom-Ciramea (3 km), Ciramea-Tanjung Layar (3 km), Tanjung Layar-Cibom (1 km)—waktu tempuh dari jam 08.00 sampai 14.30. Fisik mesti kuat. Sarapan yang cukup dan bawa bekal makan siang. Bawa barang seperlunya, supaya ga berat selama di perjalanan. Saya sendiri cuma bawa sebotol Aqua 500 ml (mestinya bawa 2) dan kamera. Bekal makan siangnya dibawakan ABK (anak buah kapal). Dan kalau ga mau pulang-pulang dibilang erotis, eh eksotis, pakelah sunblock.

Sewa boat Cibom Rp200 ribu (aslinya Rp250 ribu, tapi didiskon) untuk mengantar ke pantai sebab kapal ga bisa merapat. Herannya knapa ga dibangun dermaga aja, biar ga boros bahan bakar.

Meski berjalan menembus hutan, hampir tidak mungkin ketemu badak di jalur trekking ini karena terlalu sering dilewati manusia. Kalau ingin bertemu badak, bikin appointment dulu (kyk dokter gigi) dan sabar-sabar nunggu sambil kemping berhari-hari dan berminggu-minggu di kawasan selatan Ujung Kulon. Itu pun belum tentu badaknya mau nongol :p

Speed boat yang mengantar rombongan jalan bego dari kapal ke pantai Cibom.

Di dalam hutan menuju Ciramea. Becek, ga ada ojek, paling pas pake sepatu boots, yang plastik karet tebel itu lho. Atau, sandal gunung.

Pantai Ciramea, tempat para penyu biasa bertelur bulan Juni-Agustus (katanya).

Menyusuri pantai Ciramea menuju Tanjung Layar. Setengah jam lebih menyusur pantai ini yang paling bikin gosong.

Pantai Tanjung Layar, indah dan menggairahkan…wkwkwkwk…

Lanjut naik kapal ke padang penggembalaan Cidaon sekitar 20 menit. Pas banget bantengnya udah keluar. Jadwal banteng tampil di Cidaon adalah pagi sekitar jam 8 dan sore sekitar jam 3.

Setelah itu ngeliat air laut keliatan lebih biru daripada hari sebelumnya, jd gatel pingin snorkeling. Pergilah kami dg kapal ke Legon Kobak. Masih di pantai Peucang, bisa jalan kaki ke kanan menyusuri pantai dari arah dermaga. Jalan terus sampai ketemu rerimbunan pohon yang membuat kita ga bisa terus. Pas di depan pantai yang ga bisa kita tembus jalan kaki itulah lokasinya. Peralatan snorkeling mesti bawa sendiri, karena di daerah UK tidak ada yang menyewakan. Bisa juga pinjam sama ABK (kalau ga keberatan dengan masalah higienis, kayak gue :p)

Rombongan banteng pantat putih di padang penggembalaan Cidaon. Kalau ke sini mesti pelan-pelan mendekat, jangan ribut.

Pemandangan bawah air Legon Kobak

Ikan warna warni di Legon Kobak

Hari ketiga, mendayung kano di sungai Cigenter.  Lokasi ini merupakan tempat badak kadang-kadang nyeberang dan berkubang. Ga nemu badaknya, cuma (katanya) jejak badak dan petunjuk arah ke spa badak. Nemu ular-ular phyton kecil yang sedang tidur bergelung di pohon. Tarif tur per orang Rp50 ribu.

Berkano di sungai Cigenter. Mbok ya sering-sering ikut mendayung, biar masnya ga capek :p

Anak ular phyton yang sedang tidur pulas (kedengeran lg ngorok :p)

Balik ke Taman Jaya tengah hari.  Sesampainya di Taman Jaya menikmati makan siang di tengah hujan. Istirahat. Setelah puas istirahat, matahari kembali muncul. Perjalanan lanjut ke mata air panas Cibiuk sekitar 2 km dari Taman Jaya. Perjalanan pp sekitar 1,5 jam.

Pemandu ke mata air panas Cibiuk dekat Taman Jaya, disediakan Pak Komar. tarif Rp100 ribu<—-kemahalan neh :p

Jalan menuju Cibiuk melewati hutan kecil yang kondisinya setali tiga uang dg perjalanan Cibom-Ciramea-Tanjung Layar. Abis ujan makin berat medannya, becek, sampai mendingan nyeker. Tapi Pak pemandu selalu siap membantu. Gendong pun bisa…

Mata air panas Cibiuk…Iyaaaakk, keciil! Ga bisa snorkelingan di sini..Tapi bisa kok buat mandi-mandi, jangan lupa bawa gayung..

Makan

Begitu tiba di Taman Jaya, Pak Komar langsung menyodorkan nasi uduk untuk sarapan pagi. Dan waktu pulang, beliau menyediakan makan siang kotak. Tentunya setelah itu bayar :p

Sebenarnya ada dapur dan kita bisa masak di Peucang maupun Handeuleum. Bawa bahan makanan sendiri. Di Taman Jaya ada koperasi yang jual makanan kering dan kalengan, termasuk beras, gula, kecap, minyak goreng, dll.Ga jauh dari situ ada yang jual sayur seadanya, bener2 seadanya. Sempat nengok di dapur Peucang, tapi cuma keliatan kompor, entah ada peralatan masaknya atau enggak.

Sewa kapal dengan Pak Komar harus sepaket sama tukang masak. Dan si tukang masak bawa peralatan masak mulai dari langseng penanak nasi, penggorengan sampai piring dan gelas. Tetep mesti beli bahan makanan sendiri.

Waktu itu lupa tanya apakah bisa beli ikan dari ABK (anak buah kapal) karena saat malam mereka pergi mancing. Mestinya bisa dan para ABK itu seharusnya bisa bikin ikan bakar yang enak. Pasti lebih lezat makan ikan bakar daripada sardin kalengan…hiks..*sesal kemudian rasanya lapar*

Pengeluaran

Tim start dari Slipi Jaya 6 orang. Ketemu 2 orang turis keleleran di Taman Jaya yang akhirnya kami tampung sekalian buat meringankan beban saweran kapal :D

Bis non-AC Slipi Jaya-Serang Rp10.000

Angkot ke terminal Rp12.000/6= Rp2.000

Sewa elf : Rp1.300.000 pp/6 = Rp217.000

Sewa kapal (1.900.000)+ tukang masak (Rp250.000) + sarapan 8 orang (Rp60 ribu)+ makan siang 8 orang (Rp86 ribu) + pemandu cibiuk (Rp100.000)= Rp2.386.000/8= Rp298.250

Penginapan Peucang 2 kamar, 6 orang Rp500.000/6= Rp83 ribu

Penginapan Handeuleum 3 kamar, 8 orang Rp450 ribu + Rp100 ribu (extra bed)= Rp400 ribu/6= Rp69 ribu

Bahan makanan —6 buah Aqua 1,5 liter, 2 kaleng sarden, 1 kaleng kornet, 1 kg telor, 6 liter beras, 1 bungkus simas= Rp140.000/6= Rp23 ribu

Tiket masuk TNUK+ asuransi Rp5.500

Tur Cibom, Ciramea, Tanjung Layar, Cidaon Rp55 ribu

Sewa Boat Cibom Rp200.000/8= Rp25 ribu

Kano Cigenter Rp50 ribu

————————————

Rp837.750/orang* +

Tips pemandu (Rp50.000)+ABK (Rp30.000)yang ngikutin sambil bawa bekal makan siang tim Rp80.000/8= Rp10.000

+ bis balik ke Jakarta Rp20 ribu (dpt yang eksekutif, tp kenyamanan duduk ekonomi )

*ngitung saweran di Taman Jaya menjelang magrib sebelum bertolak ke Serang ternyata menghasilkan angka yang tidak akurat. Tiap orang saweran Rp855 ribu, berarti kelebihan Rp17.250 per orang :p

****

Advertisements
Comments
  1. debi triyanto says:

    ada nomer ak julianto ga? soalnya saya hubungi balai TNUK tidak bisa

    • segalasudut says:

      Wah, saya ga punya mbak. Waktu itu ga nanya, cuma nelpon balai aja. Ga bisa dihubungi atau ga diangkat? Kalo ga bisa dihubungi barangkali nomornya ganti. Coba googling cari situs resminya. Harusnya ada di situ nomor telponnya.
      Kalk ga diangkat coba kontak beberapa kali beda jam kerja. Jangan pas jam istirahat. Mudah2an bisa membantu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s