Dieng

Posted: October 28, 2013 in Petunjuk Jalan
Matahari terbit terlihat dari puncak Sikunir

Matahari terbit terlihat dari puncak Sikunir

13-14 September 2013 (Solo travelling)

Destinasi : Telaga Warna, Kawah Sikidang, Kompleks Candi Arjuna, Bukit Sikunir.

Transportasi

Dieng paling mudah dicapai dengan bus jurusan Wonosobo. Dari Jakarta, beberapa bus yang menuju Wonosobo antara lain dari Kalideres, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Kampung Rambutan. Bus-busnya Malino Putra, Pahala Kencana, Rejeki Baru, dan Sinar Jaya. Berangkat sekitar pukul 19.00, dengan harga tiket sekitar Rp90 ribu AC.

Bila naik pesawat bisa turun di Yogyakarta atau Semarang. dari Yogyakarta naik bus ke Magelang dan lanjut ke Wonosobo. Dari Semarang naik bus dari Terminal Terboyo ke Wonosobo. Menurut informasi, bus dari Semarang ke Wonosobo cukup banyak dengan jam operasi sepanjang hari.

Bila naik kereta paling dekat turun di Stasiun Purwokerto. Jalur ini yang akan saya ketengahkan di sini, sesuai pengalaman.

Dimulai dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, naik KA ekonomi Progo dengan tarif Rp50 ribu.  Berangkat pukul 22.00 WIB. Sengaja memilih kereta ini karena masih bisa kerja sampai (hampir) selesai dulu.  Tiba di Purwokerto sekitar pukul 03.40 WIB. Nunggu subuh di stasiun. Ada mushola di dalam, tapi penuh dengan polisi yang tidur. Mereka bangun saat ada yang masuk untuk shalat subuh.

Memutuskan untuk naik ojek karena kelamaan nunggu angkot beroperasi. Tukang sampah di stasiun bilang angkot mulai ada sekitar jam 5.30. Ojek Rp20 ribu untuk perjalanan sekitar 15 menit ke Terminal Purwokerto. Sampai di terminal pukul 05.00. Bus menuju Wonosobo sudah standby, kosong. Hanya gue penumpangnya. Lima menit kemudian, bus jalan, masih tetap gue satu-satunya penumpang.

Bus ngetem sebentar di gerbang keluar stasiun, ada beberapa penumpang naik. Setelah itu ngebut ga peduli lampu merah, hanya berhenti saat menaikkan/menurunkan penumpang. Ongkos Rp30 ribu. Gue ketiduran setelah sebelumnya berpesan ke kondektur minta diturunkan di simpang Dieng, ga sampai Terminal Wonosobo. Kalau turun di terminal nanti harus naik angkot lagi ke simpang itu.

Gue pindah naik bus yang lebih kecil yang sudah ngetem di simpang Dieng. Ukurannya sebesar Kopaja, tapi lebih kotak dan agak tinggi. Ongkos Rp10 ribu. Turun di pertigaan Dieng. Bilang aja sebelumnya ke kondektur, mau ke tempat wisata Telaga Warna. Tiba di pertigaan Dieng sekitar pukul 08.30.

Pulangnya, bus dari Dieng cuma ada sampai sekitar pukul 17.00. Kadang magrib masih ada, tapi untung-untungan. Naik bus di Terminal Wonosobo selepas magrib, sudah ga ada kendaraan yang masuk terminal. Nyegat bus mesti di depan gerbang terminal. Nunggu mulai pukul 18.30, baru dapat pukul 19-an. Busnya lebih besar daripada waktu berangkat. Ongkosnya juga lebih murah, Rp25 ribu. Sepertinya itu bus jurusan Semarang, tapi lewat Terminal Purwokerto.

Penginapan dan Makan

Setiap pelancong yang baru turun dari bus di Dieng langsung diserbu tukang ojek. Mereka menawarkan tur sehari dengan ojek Rp100 ribu, sedangkan ke Sikunir untuk melihat matahari terbit Rp50 ribu. Cari penginapan dulu, buat meletakkan tas. Di sekitar pertigaan itu banyak penginapan. Pas di pertigaan, di sebelah kanan ada Dieng Pass, di situ gue menginap.

Si mbak menyebut tarif Rp150 ribu semalam dengan fasilitas air hangat, wifi dan televisi. Gue minta supaya harga diturunkan. Mbak itu bilang, “Yo wes, karena mbaknya sendiri, saya kasih Rp125 ribu.” Menurut dia bila Sabtu-Minggu, kamar di situ tarifnya sekitar Rp150 ribu-Rp200 ribu. Hari itu Jumat. Sewa motor Rp100 ribu untuk 24 jam. No kontak 085291250250, 085743461555.

Kamar Dieang Pass. Sepertinya ini yang paling kecil.

Kamar Dieng Pass. Sepertinya ini yang paling kecil.

Penampakan billboard salah satu penginapan di Dieng.

Penampakan billboard salah satu penginapan di Dieng.

Dari pertigaan ke kanan pas di pojokan ada homestay Bu Jono yang kondang itu. Tarifnya sepertinya sekitar itu juga untuk fasilitas yang sama. Di belakang homestay Bu Jono ada warung makan yang menyediakan cukup beragam menu dengan harga terjangkau. Menurut tukang ojek paling murah Hotel Asri, dari pertigaan ke kiri, jalan kaki ga sampai 100 meter. Di kiri jalan.

Wajib cicip : mie ongklok dan manisan/minuman carica.

Tempat Wisata

Kawasan wisata dieng terbagi menjadi tiga area, Dieng I, Dieng II, dan Dieng III. Tujuan gue cuma Dieng I yang terdiri dari Telaga Warna, Dieng Theatre, Kawah Sikidang, dan Kompleks Candi Arjuna. Dieng I letaknya paling dekat dari city center alias pertigaan Dieng tadi. Gue mendatanginya dengan berjalan kaki. Lumayan pegel tapi memang bener masih terjangkau oleh kaki.

Dari pertigaan ke Telaga Warna sekitar 5-10 menit jalan kaki, melewati pos tiket. Harga tiket terusan yang tertera di tiket Rp20 ribu, tapi yang kita bayarkan Rp18 ribu. Petugasnya bilang nanti kalau masuk lewat gerbang utama telaga warna bayar lagi Rp2.000, tapi bila berjalan kaki bisa masuk melalui jalan setapak di sebelah pos tiket yang terbengkalai, ga sampai 50 meter dari pos. Jalan dikit langsung ketemu Telaga Warna.

Tiket Terusan Dieng I.

Tiket Terusan Dieng I.

Dari gerbang Telaga Warna jalan ke arah kiri, ketemu pertigaan, yang ke kiri menuju Dieng Theatre, sebelah kanan ke Kawah Sikidang dan Kawah Arjuna. Hanya ke Dieng Theatre yang ga ada petunjuk jalannya. Ke Kawah Sikidang jalan kaki sekitar 10-15 menit. Begitu juga dari Kawah Sikidang ke Kompleks Candi Arjuna.

Gue menyelesaikan perjalanan ke tiga tempat itu kurang lebih pukul 15.00. Tapi masih mampir lagi di Telaga Warna sampai sekitar pukul 17.00. Setelah itu kembali ke penginapan karena udah mulai gerimis.

Kawah Sikidang dengan air lumpur yang bergolak mendidih.

Kawah Sikidang dengan air lumpur yang bergolak mendidih.

Telaga Warna.

Telaga Warna.

Bukit Teletubbies...eh, Kompleks Candi Arjuna.

Bukit Teletubbies…eh, Kompleks Candi Arjuna.

Pas setelah adzan dan shalat subuh berangkat ngojek ke Bukit Sikunir. Tiket masuk/parkir Rp3.000. Mendaki sekitar 15 menit sampai puncak dengan diantar tukang ojeknya. Mendaki Sikunir mayan bikin ngos-ngosan, ketauan ga pernah olahraga :p Setelah itu si tukang ojek menawari melihat telaga warna dari atas. Lokasinya di area Dieng Theatre. Dari gerbang masuk parkiran, lurus mentok. Ada jalan setapak menuju dua spot. Satu letaknya lebih tinggi.

Telaga Warna (paling jauh) dan Telaga Pengilon.

Telaga Warna (paling jauh) dan Telaga Pengilon.

Suhu

Suhu paling dingin di Dieng biasanya justru pas musim kemarau. Waktu gue ke sana, suhu sudah tidak terlalu dingin. Pagi di atas jam 9.00 sampai pukul 16.00 rata-rata mungkin 25 derajat celsius. Pakai kaos dua lapis kadang malah kepanasan.  Ga pakai jaket. Malam, setelah magrib suhu drop, rasanya kurang lebih 15-16 derajat. Sedangkan dini hari menjelang dan saat subuh sepertinya sekitar 8-10 derajat. Naik ojek lebih dingin lagi, mengingatkan kembali rasa bersepeda di musim dingin.

Pengeluaran

Akomodasi dan Transportasi saja (belum termasuk makan + oleh2)

KA Progo Pasar Senen-Purwokerto Rp50 ribu + fee Tiket.com Rp12.500 = Rp62.500

KA Argo Dwipangga Purwokerto-Jatinegara = Rp230 ribu

Ojek Stasiun Purwokerto-Terminal Purwokerto pp = Rp40 ribu

Bus Purwokerto-Wonosobo Rp30 ribu

Bus Wonosobo-Purwokerto Rp25 ribu

Bus Wonosobo-Dieng pp Rp20 ribu

Ojek Sikunir Rp50 ribu + Rp3.000 (parkir/tiket) = Rp53 ribu

Tiket terusan Dieng I Rp18 ribu

Penginapan 1 malam Rp125 ribu

———————————————————————————————————————————-

Rp603 ribu

PS: Baca juga Gue dan Tukang Ojek

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements
Comments
  1. Sendirian Mbak? Ciyus?? saya rencana ke Dieng, tapi rame2 dari wonosobo, nah dari Jakarta nya yang sendirian, itu juga udah ketarketir 😀

  2. nonizara says:

    Thanks banget info lengkapnya. Ga bertele-tele. Tetap menulis. 😉

  3. Nurul Mubin says:

    yuk pada ke dieng lagi. rame-rame makin asik kan

  4. terima kasih .. sangat bermanfaat ..
    april mau kesanaa semoga jadi amiinnn

  5. Fildzah says:

    Kalo januari ini pergi ke dieng pas ga ya? Btw thanks buat infonya mba 🙂

  6. ayu lestari says:

    mba saya mau tanya dong , kalau dari wonosobo ke stasiun purwokerto ada di jam berapa ? kalau saya memilih kereta yg jam 19.28 ini keburu ga ya ? thanks

  7. nengmida says:

    mba tanya dong. kalau dari pertigaan mau naik gunung prau jauh ga yah

  8. bagaz says:

    Awal bulan depan rencana saya mau kesana, soal cuaca gimana ya?

  9. nadya says:

    mba saya juga rencana solo travelling. kalo di penginapan tuh ada jasa untuk tour keliling nya ga yah . kebetulan saya ga bisa bawa motor sendiri gitu

    • segalasudut says:

      Minta dianter tukang ojek bisa. Mrk tau banget objek-objek di Dieng. Banyak tukang ojek di pertigaan, yang pasti nyerbu orang yang baru turun dari bus. Bisa nego lah, banding-bandingkan dengan yang lain. Kalo ga salah, dulu 100 ribu seharian, ke semua objek Dieng. Mungkin sekarang 150 ribu. Untuk ke Sikunir beda lagi kalo besoknya. Saya sih pilih jalan aja, kecover Dieng I semua. Sikunir aja yang pakai jasa ojek.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s