Gue dan Tukang Ojek

Posted: October 28, 2013 in Catatan

Ndy

(Migrasi Blog, tulisan asli diposting 15 September 2013)

Dalam acara melancong, gue termasuk orang yang paling sering mendapatkan pengalaman’memorable’ berinteraksi dengan tukang ojek. Pada trip Dieng Jumat-Sabtu lalu, interaksinya lebih masif. Berikut gue sarikan interaksi-interaksi tersebut.

Mendoan

Setting : Dalam perjalanan terburu-buru dari Harmoni ke Stasiun Senen.

Tukang Ojek: Ojek mbak?

Gue: Ke Stasiun Senen berapa mas?

TO: 30 ribu aja.

G: 20 ribu ya?

TO: Ayok lah. Mau ke mana mbak kok ke Stasiun Senen?

G: Purwokerto.

TO: Sama, saya juga asli Purwokerto. Puwokertone ngendi (Purwokertonya di mana)?

G: Bukan. Saya bukan orang Purwokerto. Cuma mau ke tempat teman.

TO: Oo, main? Purwokerto itu paling enak mendoannya, mbak. Ga ada yang bisa bikin mendoan seperti di sana. Di Jakarta, apalagi. Ga enak mendoannya.

G: Gitu ya mas. Iya, kalau sempat saya coba.

TO: Nanti kalau nyobain mendoan, inget saya ya mbak.

G: ??

***

Posesif

Setting: Baru turun dari bus jurusan Wonosobo-Dieng. Langsung diserbu tukang ojek.

Gue mencoba mengelak dengan terus berjalan ke arah Telaga Warna. Para tukang ojek menyerah. Tapi ga lama kemudian ada satu tukang ojek yang menyusul.

TO: Ayo mbak, dianter keliling Dieng.

G: Enggak Pak, saya jalan aja.

TO: Cari penginapan, mbak? Di situ ada yang murah.

G: Nanti aja, Pak. Saya mau jalan dulu. Jalan kaki aja.

TO: Atau, mau dianter liat sunrise besok pagi. 50 ribu aja mbak.

G: Nanti aja deh Pak. Saya belum tau mau nginap atau enggak (sambil meneruskan jalan).

TO: (masih mengikuti terus deng motornya). Kalau gitu pegang nomor saya aja, mbak. Nanti kalau jadi nginep, mau liat sunrise kontak saya.

G: (Berhenti jalan dan berniat mengusir si TO dg halus) Nomor Bapak berapa?

T: 085328749608. Riko. Misscall ya mbak.

G: (memisscall–ga enak mau nolak).

Malamnya, saudara gue yang tinggal di Wonosobo dateng dan menyarankan gue supaya pake TO kenalannya untuk ke Sikunir. Pak Riko, si tukang ojek sudah beberapa kali sms dan miscall. Akhirnya gue jawab bahwa gue besok akan diantarkan saudara ke Sikunir.

Jam 7 pagi di kamar penginapan, setelah menyaksikan matahari terbit yang top! datang sms….

TO: Katanya sanres sama saudra ko mlah sama ojek juga mba.

G: (bales sms) Itu yang ngaturin saudara saya, Pak. Tanya aja ke Pak Subiyanto (Nama TO kenalan saudara gue yg nganter ke Sikunir tadi subuh).

TO: Ok,ok.ga pa2.

G: Nanti deh kalo ada temen yg perlu kontak untuk wisata keliling dieng pake ojek, saya kasih juga nomor Pak Riko. Gpp kan?

TO: Kasih aja nomr pk subi sama tmen mba yg ganter sanres mba.

G: (dalam hati) karepmulah..

***

Agen Ganda

Setting: Di kompeks Candi Arjuna tampak sosok besar Po, salah satu karakter Teletubbies. Gue memutuskan untuk foto-foto bersama Po dengan bantuan salah seorang pengunjung. Sekali nyaris merangkul dan memeluk Po. Untung masih punya kesadaran.

Setelah sesi foto-foto, gue cemplungin duit 5.000 ke kardus milik si Po. Lalu kami duduk.

Po: (ngomong ga jelas).

G: Apa? Ga denger saya.

Po: (membuka kepalanya) Sendirian aja, mbak?

G: Iya mas.

Po: Udah keliling?

G: Udah.

Po: Ke mana aja? Kawah Sikidang udah?

G: ke Telaga Warna, Kawah Sikidang, terakhir ini. Nanti mau cari penginapan.

Po: Perlu ojek? Saya bisa nganterin.

G: …. (Terdiam)

 

Baca juga Petunjuk Jalan : Dieng

****

Advertisements
Comments
  1. ikhwan says:

    hahaha gilak!

  2. krisananto says:

    Eh mbak, itu kontak TO Pak Subiyanto nya bisa minta gak ya mbak??hehehe.tertarik ke Dieng nih mbak. 😀 Trimakasih banget ya mbak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s