Konspirasi Alam Semesta II

Posted: February 5, 2014 in Sela

(Sambungan dari Konspirasi Alam Semesta I)

Mulanya gue hanya iseng, merasa tertantang setelah ngobrol dengan teman yang menyatakan susah sekali menembus beasiswa. Persoalan utamanya skor TOEFL yang tidak kunjung memenuhi persyaratan. Gue memutuskan coba ambil TOEFL.

Tapi gue ga mau main-main mengerjakannya, karena biaya TOEFL itu ga murah walau hanya yang institusional. Gue beli buku modul TOEFL dan latihan setiap malam selama dua minggu. Hasilnya, skor gue melampaui persyaratan beasiswa. Sesungguhnya gue ga menyangka bisa dapat skor tersebut.

Tanggung, gue lanjutkan ke proses aplikasi beasiswa. Saat memilih universitas, hampir semuanya sudah menutup masa pendaftaran, Februari itu. Hanya tersisa segelintir universitas, termasuk Universitas Groningen. Gue mendaftar ke sana dan ke ISS Den Haag.

Penampangan gedung utama Rijksuniversiteit Groningen. (Sumber: http://www.internationalstudents.nl/university-groningen/)

Penampakan gedung utama Rijksuniversiteit Groningen. (Sumber: http://www.internationalstudents.nl/university-groningen/)

Datanglah surat dari Universitas Groningen yang menyatakan gue diterima tapi harus TOEFL lagi, kali ini dengan yang berbasis internasonal. Bingung dong. Buat gue TOEFL internasional terlalu mahal. Biayanya waktu itu sekitar Rp1,3 juta.

Lalu datang surat dari ISS yang memberitahukan gue ga diterima…hahahaha, sombong banget tuh sekolah. Gue coba lagi peruntungan mendaftar ke Universitas Wageningen. Jawabannya malah aplikasi gue baru akan diproses setelah mencantumkan hasil TOEFL internasional. Mau apply di Universitas Twente, ternyata udah keburu tutup pendaftarannya. Padahal, waktu gue mau mendaftar di Univ Groningen, mereka masih buka.

Sementara itu, proses aplikasi beasiswa terus berjalan hingga akhirnya gue dinyatakan lolos. Gue masih bingung karena merasa ga bisa memenuhi persyaratan TOEFL Univ Groningen. Eehh, datang email dari mereka bahwa gue udah diterima masuk secara penuh, ga perlu lagi TOEFL internasional. Hehehehe…gimana ga girang 😀

Tapi ada satu lagi halangan. Karena belakangan diketahui bahwa aplikasi ke sponsor yang gue ajukan adalah untuk pre master 1 tahun, bukan master. Padahal beasiswa itu untuk program master. Permohonan beasiswa gue dievaluasi kembali oleh si pemberi beasiswa.

Gue dipanggil dan akhirnya ditawari pilihan. Drop aplikasi atau ambil program masternya juga. Artinya kalau mau terus, gue harus mengambil dua program yang memakan durasi  dua tahun.

Ya mending gue iyain yang dua tahun daripada ga jadi berangkat. Ya kan? Semula memang pinginnya cuma satu tahun karena khawatir ga tahan dingin. Gue enggan melewati dua kali musim dingin.

Musim dingin itu...ya dingin.

Musim dingin itu…ya dingin. (Groningen, 2 Februari 2008)

Konspirasi alam semesta menghendaki gue kuliah di Groningen yang memiliki jadwal kuliah yang cukup fleksibel untuk mengakomodasi kegiatan melancong.

Gue yakin jadinya akan kurang menyenangkan kalau gue kuliah di ISS. Di sana sistem perkuliahannya tiap hari, dari pagi sampai sore. Gimana bisa melancong kalau kayak gitu caranya?

Gue ‘dipaksa’ menghabiskan dua tahun di Belanda. Belakangan baru ketahuan, ternyata satu tahun itu kurang memuaskan. Hampir semua teman yang program kuliahnya hanya setahun mengatakan hal senada.

Kemudian, dua tahun tersebut menjadi periode yang sampai sejauh ini adalah masa terbaik dalam hidup gue (Momen Terbaik). Makasih buat Tomi Haryadi yang terus ngompori dan menyumbangkan surat motivasinya 😀

Andaikan saja konspirasi alam semesta membantu gue juga untuk masalah yang bikin sakit kepala akhir-akhir ini…

****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s