Ujung Genteng & Curug Cikaso

Posted: March 9, 2014 in Petunjuk Jalan
Curug Luhur, Cikaso, Surade, Sukabumi.

Curug Luhur, Desa Cikaso, Kecamatan Surade, Sukabumi.

7-8 Maret 2014 (Solo travelling)

Destinasi : Pantai Ujung Genteng, Pantai Pangumbahan, dan Curug Cikaso

Transportasi (Berangkat)

Berangkat pukul 05.00 dari rumah, ngangkot sekitar 50 menit ke Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Sekitar pukul 06.10 kereta ke Bogor tiba, lanjut sampai Bogor pukul 07. Tiket Rp3.000 + jaminan Rp5.000 (belum nukerin kartunya). Kereta dari Bogor ke Sukabumi tidak berangkat di stasiun yang sama dengan commuter line, tetapi di Stasiun Paledang. Mesti keluar stasiun dulu, ke kanan. Nyeberang ke arah belakang KFC. Lokasinya sekitar 100 meter dari di belakang KFC.

Keberangkatan Kereta Pangrango (Bogor-Sukabumi-Cianjur) paling pagi pukul 07.55. Selanjutnya pukul 12.30, 12.55, dan 18.30. Waktu tempuh 2 jam 4 menit atau 2 jam 20 menit. Harga tiket ekonomi AC Rp20 ribu, eksekutif Rp50 ribu.

Interior kelas ekonomi KA Progo. Setipe dengan kelas ekonomi Pangrango. Kursi sebelah sana berkapasitas 6 orang. Sisi sebalah sini, empat orang. Tapi kalau ga penuh, bisa buat tiduran juga.

Interior kelas ekonomi KA Progo. Setipe dengan kelas ekonomi Pangrango. Kursi sebelah sana berkapasitas 6 orang. Sisi sebelah sini, empat orang. Tapi kalau ga penuh, bisa buat tiduran juga.

09.59 tiba di Stasiun Sukabumi. Tepat waktu. Keluar stasiun belok kiri, terus menyusuri pasar. Sekitar 80 meter ketemu persimpangan, belok kiri, terus sampai ketemu angkot kuning jurusan terminal Lembursitu. Ongkos Rp6.000. Lama perjalanan sekitar 20 menit.

Kemudian naik Elf (bilangnya elep) jurusan Surade. Ongkos Rp28 ribu-Rp30 ribu. Ini yang kurang jelas. Gue bayar Rp50 ribu, dikembaliin Rp22 ribu. Tapi penumpang sebelah bayar dengan pecahan yang sama, dikembaliin Rp20 ribu. Lama perjalanan 3-4 jam tergantung situasi jalan.

Sekitar pukul 14.10 tiba di pertigaan Surade (Bundaran Surade). Tempat angkot-angkot merah jurusan Ujung Genteng ngetem. tanda-tandanya biasanya tukang-tukang ojek nyerbu Elf, menawarkan jasa. Naik angkot ke Ujung Genteng ongkos Rp10 ribu. Perjalanan sekitar 40 menit. Bayar Rp20 ribu ga tega minta kembalian karena penumpangnya cuma 3 orang.

Pemberhentian terakhir angkot di tempat pelelangan ikan (TPI) Ujung Genteng. Dari arah TPI jalan ke arah datangnya angkot dari Surade, sampai ketemu pertigaan. Ke kanan balik arah Surade, lurus ke area Kelapa Condong. Jam operasi angkot mulai sekitar pukul 05 pagi dan terakhir menjelang magrib.

Penginapan & Makan

Penginapan banyak di kawasan Kelapa Condong, bukan dekat TPI. Jadi dari pemberhentian terakhir jalan ke arah sebaliknya, sampai ketemu pertigaan. Lurus aja, sekitar 100 meter sudah mulai ketemu penginapan-penginapan. Tarif sewa penginapan mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp1 juta. Bisa berupa kamar saja atau rumah dengan dua kamar.

Pemesanan kamar bisa minta tolong Kang Samsidin 085861411336. Dia sendiri punya penginapan, tiga buah kamar dengan fasilitas minimalis. Satu kamar tarif sewa per malamnya Rp100 ribu. Tapi di hari libur dia kerap menaikkan tarif sewa menjadi Rp200rb-Rp300rb.

Kamar penginapan milik Samsidin. Fasilitas kipas angin, tempat tidur double-queen size, kamar mandi kecil di dalam dengan kloset jongkok. Bak pakai ember.

Kamar penginapan milik Samsidin. Fasilitas kipas angin, tempat tidur double-queen size, kamar mandi kecil di dalam dengan kloset jongkok. Bak pakai ember.

Warung-warung makan banyak beterbaran di Ujung Genteng, terutama dekat TPI. Ada pula warung Indomie yang buka 24 jam. Indomie + segelas air mineral Rp8.000. Bubur ayam Rp7.000.

Tempat Wisata

Pantai Ujung Genteng cukup aman untuk berenang karena airnya tenang. Tapi tidak memiliki spot-spot untuk snorkeling.
Selain menikmati pantai, jangan lupa ke tempat konservasi penyu di Pantai Pangumbahan. jaraknya sekitar 5 km dari Pantai Ujung Genteng/Kelapa Condong. Kalau jalan kaki ya gempor. Sebaiknya menggunakan jasa ojek dengan tarif Rp70 ribu pp. Ditunggu.
Pantai Ujung Genteng
Pantai Ujung Genteng
Di Pantai Pangumbahan hampir setiap hari petugas konservasi melepas tukik alias anak penyu yang baru saja menetas. Waktu pelepasannya dalam rentang pukul 17.00-18.00. Tiket masuk Rp10 ribu. Bila ingin menyaksikan penyu bertelur yang hanya terjadi di malam hari, bayar Rp150 ribu. Waktu ke sana, sudah tiga hari ga ditemukan penyu yang bertelur, karena ombak tinggi.
Tempat khusus untuk menetaskan telur-telur penyu.
Tempat khusus untuk menetaskan telur-telur penyu.
Tukik-tukik yang siap dilepas ke laut.
Tukik-tukik yang siap dilepas ke laut.
Tukik- tukik berlomba mencapai laut. Semoga selamat semua.
Tukik- tukik berlomba mencapai laut. Semoga selamat semua.
Pantai Pangumbahan ombaknya besar, tidak bisa untuk berenang. Para turis asing biasanya berkunjung ke Pantai Cibuaya yang terletak di antara Pantai Ujung Genteng dan Pantai Pangumbahan. Ombak Pantai Cibuaya cocok untuk berselancar.
Ada satu lagi pantai pasir putih yang menurut tukang ojek bagus banget…pake banget. Namanya Pantai Cipanarikan, sekitar 1 km dari Pantai Pangumbahan. Sebelum ke Pangumbahan mampir ke situ dulu. 
**

Curug Cikaso

Mengunjungi Ujung Genteng kurang lengkap bila tidak sekalian ke Curug Cikaso. Bahkan, menurut gue, justru Curug Cikaso yang wajib dikunjungi. Sayang, di Cikaso ga ada penginapan, sehingga menyulitkan bila pengunjung datang dari Jakarta, Bandung, atau yang lebih jauh lagi. Akhirnya, mau ga mau perlu juga menginap di Ujung Genteng.

Curug Cikaso terletak di Surade, sekitar  15-20 menit menit berkendara dari pertigaan Surade (Bundaran Surade). Dari Ujung Genteng berangkat sepagi mungkin. Angkot sudah ada sejak pukul 5 pagi. Gue berangkat agak siang, hampir pukul 8. Sampai di pertigaan Surade pilihannya carter angkot atau naik ojek, karena ga ada angkot yang sampai dekat lokasi curug.

Carter angkot Rp100 ribu. Ojek seharusnya sedikit lebih murah. Karena malas berpindah, gue mencarter angkot yang gue tumpangi dari Ujung Genteng. Ongkos carter Rp100 ribu sudah termasuk ongkos dari Ujung Genteng-Surade dan bayar parkir. Pak Teteng 085860115187, si sopir angkot, mengatakan angkotnya bisa juga dicarter untuk satu hari full. Diantar ke Curug Cikaso, Curug Cingangsa, Pantai Ujung Genteng, Pantai Cipanarikan, dan Pantai Pangunbahan.  Tarifnya Rp350 ribu.

Di lokasi Curug Cikaso, mobil dikenai biaya parkir Rp30 ribu (bukan Rp10 ribu) + tiket masuk Rp3.000 per orang.   Motor berapa ya, lupa nanya :p Angkot tidak terkecuali. Kemudian, si pemilik warung di tempat parkiran menyarankan supaya gue mengaku naik ojek saja. Gue perlu pemandu, sekalian untuk membantu mengambilkan foto. Semula si sopir angkot yang akan mengantarkan. Tapi dia sudah dikenal sebagai sopir angkot. Jadi kalau bersama dia, gue pasti dimintai ongk0s parkir mobil.

Beruntung ada Pak Adun yang bersedia mengantar. Dia menyarankan jalan kaki saja. “Pakai perahu mahal, neng. Rp60 ribu satu perahu.” Pak Adun kasihan karena gue datang sendirian. Terlalu berat biayanya. Gue setuju banget :p Kami jalan melintasi persawahan. Sekitar 10 menit kemudian tiba di kawasan curug. Sebelum masuk, dimintai ongkos kebersihan Rp2.000.

Persawahan yang dilintasi dalam perjalanan menuju Curug Cikaso.

Persawahan yang dilintasi dalam perjalanan menuju Curug Cikaso.

Curug Cikaso ada dua air terjun, yakni Curug Luhur dan Curug Kahuripan. Saat air tidak pada puncak kederasan, Curug Luhur terlihat seperti dua air terjun. Waktu paling tepat mengunjungi Curug Cikaso adalah di penghujung musim hujan, memasuki musim kemarau. Air tidak begitu deras sehingga lebih aman mendekat dengan kamera yang tidak tahan air. Datanglah di pagi hari, ketika cahaya matahari menyorot langsung ke arah air terjun. Bila ingin memesan makan siang untuk rombongan bisa juga ke Ibu Mimi 085722814581. Warungnya pas di parkiran curug.

Curug Kahuripan, desa Cikaso, Kecamatan Surade, Kab Sukabumi. Curug ini bersebelahan dengan Curug Luhur.

Curug Kahuripan, Desa Cikaso, Kecamatan Surade, Kab Sukabumi. Curug ini bersebelahan dengan Curug Luhur. Keduanya aman untuk mandi-mandi.

Pukul 10.30, gue bergerak ke luar kawasan Curug Cikaso dan bertemu rombongan wisatawan. Beruntung, gue datang saat curug masih sepi. Hanya gue satu-satunya pengunjung.

Transportasi (Pulang)

Tiba di pertigaan Surade sekitar pukul 10.45. Beli mie ayam dulu (Rp7.000), sambil nunggu Elf siap berangkat. Pukul 11, Elf bertolak menuju Kota Sukabumi. Kali ini ongkos Rp30 ribu. Perjalanan pulang lebih lambat. Pukul 15.00 baru tiba di Terminal Lembursitu. Jelas ga kekejar kalau mau pulang naik KA, karena KA terakhir dari Sukabumi berangkat pukul 15.01. Naik angkot kuning lagi, ke Terminal Degung Rp6.000. Terminal Degung dan Stasiun Sukabumi masih satu area.

Dari Degung naik bus AC jurusan Lebak Bulus, via tol Jagorawi. Ongkos Rp24 ribu. Bus berangkat sekitar pukul 16.30 dan tiba di Lebak Bulus pukul 21.00! Luar binasa…

Pengeluaran

Angkot dari rumah sampai Tanjung Barat, total Rp12 ribu.

KA Commuter Line Tanjung Barat-Bogor Rp3.000 + Rp5.000 (jaminan)

KA Pangrango Bogor-Sukabumi kelas ekonomi AC Rp20 ribu

Angkot kuning ke Terminal Lembursitu, baliknya ke Terminal Degung Rp6.000 x 2 = Rp12 ribu

Elf Lembursitu-Surade Rp28 ribu + Rp30 ribu = Rp58 ribu

Angkot merah Surade-Ujung Genteng Rp20 ribu (harusnya Rp10 ribu, tapi ga tega mau minta kembalian)

Ojek Ujung Genteng-Pantai Pangumbahan pp Rp70 ribu

Tiket koservasi penyu Rp10 ribu

Penginapan Rp100 ribu

Carter angkot ke Cikaso Rp100 ribu

Jasa panduan Pak Adun di Cikaso Rp20 ribu

Tiket masuk Cikaso + kebersihan Rp5.000

Makan selama trip total sekitar Rp40 ribu

Bus Sukabumi-Lebak Bulus Rp24 ribu

Angkutan sampai rumah Rp11 ribu.

———————————————————————————————————————————-

Rp510 ribu

Perjalanan Kedua 16-17 Maret 2014

Peserta : 5 orang (4 anak-anak SD & SMP)

Dari Terminal Baranangsiang Bogor naik bus MGI jurusan Surade. Busnya berada di deretan belakang bus-bus jurusan Pelabuhan Ratu. Ongkos @40 ribu.

Charter angkot dari bundaran Surade + besoknya dijemput dan diantar ke Curug Cikaso dan kembali lagi ke bundaran Surade untuk naik Elf. Ongkos sewa Rp300 ribu.

Menginap di Pondok Saluyu, Pantai Cibuaya. CP : Husen 087820604421. Ada beberapa kamar, plus rumah dua kamar.  Pas di pinggir pantai. Di depan ada warung, bisa pesan ikan bakar.

Salah satu kamar di Pondok Saluyu. Tarif Rp250 ribu per malam (low season). Kamar mandi di dalam, kloset jongkok, bak ember. Ada tv, kompor dan tempat cuci piring.

Salah satu kamar di Pondok Saluyu. Tarif Rp250 ribu per malam (low season). Kamar mandi di dalam, kloset jongkok, bak ember. Ada tv, kompor dan tempat cuci piring.

Pesan ikan bakar ini plus nasi, sambal kecap Rp120 ribu. Kenyang buat berlima.

Pesan ikan bakar ini plus nasi, sambal kecap Rp120 ribu. Kenyang buat berlima.

Bawa duit Rp2,3 juta masih ada sisa Rp450 ribu. Jadi, perjalanan ini total menghabiskan sekitar:

Rp1.850.000

PS: Baca juga Mr Sam & 4 Jam Bersama Om Ring-Ring

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements
Comments
  1. Windy, gw pengen ke Ujung Genteng & Curug Cikaso…
    Jadi mupeng 😀

  2. 4uzan says:

    wuidih…budgetnya bisa dikecilin lagi gak ya??

    • segalasudut says:

      Makin banyak orangnya makin bisa dihemat. Contohnya yang perjalanan kedua: 1,85 juta itu kan untuk berlima. Kebetulan itu semua gue yang tanggung. Tapi kalau bayar sendiri-sendiri abisnya Rp370 ribu per orang 🙂 Lebih murah daripada perjalanan pertama yang cuma sendiri, Rp510 ribu.

  3. Galang says:

    Klo pke kendaraan mtr gmn? Truz jalan ny jelek tw bagus gan

  4. Riri says:

    Lengkap banget :_)

  5. acbar says:

    Mantep.. indah y negeriKu..
    Tar pulkam bawa temen gawe lah biar tau di sukabumi jg da air terjun yg indah..

  6. treesuryono says:

    mas pantai di depan pondok saluyu ini bisa untuk mandi kah?

  7. agustiyani says:

    Mbak.. ada info sewa motornya dsana brapa mbak seharinya? Mau pergi tapi pgenya keliling wisata rental motor.. makasih mbak infonya

  8. lutfi jamil says:

    mbak itu nomor penginapan pondok saluyunya cuman yg ini ya CP : Husen 087820604421

  9. singgih says:

    Mba untuk penginapan nya banyak ya disana?
    Kalo pakai motor aman ga lokasi nya disana?

    • segalasudut says:

      Penginapan banyaaakk. Kalau masih terang aman kok. Tapi pas udah gelap memang ga disarankan berkeliaran di daerah Pangumbahan. Sedangkan di Ujung Gentengnya Insya Allah aman.

  10. zoeratmand says:

    terima kasih infonya @segalasudut , by the way kalau di curug cikasonya bisa kemping gak ya? rencana mau kemping disana bulan 5 atau 6 besok… 🙂

  11. zoeratmand says:

    oia, salam kenal….

  12. Riezky says:

    Gan boleh minta contact personnya ga gan? Rencananya mau backpacker-an ke sukabumi, sekalian mau konsultasi. Bisa di add line ane @riezkyrizaldy

    • segalasudut says:

      Mas Riezky, saya ga punya line. Tapi yang ada di tulisan blog ini udah mencakup semua info yang saya tahu kok. Kalau masih ada yang perlu ditanyakan bisa langsung di sini aja atau via email. Trims udah mampir 😀

  13. rafly says:

    pantat tepos gan kmarin hbis dr crug cikaso naik motor

  14. suci indriani says:

    mbak aku mau tanya dong kalau mau ksana lebih baik mengunjungi yg mana dlu mba ??pantai dlu apa curug nya dlu ?? yg 1 kali jalan >> thanks before

    • segalasudut says:

      Tergantung sampai sana pas pagi, siang, atau sore. Dan berapa hari di sana. Ujung Genteng yang menarik cuma pelepasan penyu sore, pantainya biasa aja. Tapi penginapan banyaknya di sana. Dekat Curug, di jalan raya mendekati bundaran keliatannya ada hotel kecil, tapi saya belum pernah liat-liat ke situ. Kayaknya mending menginap di UG.
      Nah, karena basecampnya di UG, kalau tiba pagi, ya mending ke Curug dulu sampai sekitar jam 3-an atau setengah 4. Lalu langsung ke Pangumbahan, pelepasan penyu. Kalau tibanya siang memang agak nanggung. Kalau ga mau terburu-buru ya ke UG dulu, besok paginya baru ke curug.

  15. Jaya says:

    Makasih gak infonya lengkap banget…. keren.. hatur nuhun

  16. Hoashi Aiko says:

    mupeng nih huhuhu… thanks info nya…

  17. Rahmah Raminda says:

    Kak jdi penginapan paling dekat buat kecurug nya di daerah mana ya kak? Jawab yaa

    • segalasudut says:

      Waktu terakhir ke sana, sempat liat penginapan di jalan antara bundaran Surade ke belokan menuju Curug. Kalo dari arah bundaran adanya di sebelah kiri jalan. Itu penginapan paling dekat. Tapi saya ga sempat mampir situ, jadi ga punya kontaknya.

  18. tantowi says:

    Klo jalan malam gimana ka

    Apakah aman

  19. ardi says:

    thx infonya, ada cp nya gak? mau nanya2 lebih lanjut nih 3 bulan kedepan mau berkunjung ke ujung genteng

  20. supryy says:

    Boleh minta id line soalnya mau nanya nanya ?

  21. mas, kan destinasi pantai ujung genteng banyak tuh. mas cman ngunjungin pantai yg ada penangkaran penyu aja? adakah pantai yang emang view nya bagus disekitaran sana? takutnya jauh2 dteng kesana tp pantai nya mengecewakan. trimakasih

  22. Ziel says:

    Kok berani banget perempuan trip sendirian ke curug cikaso. Aman y lokasinya.
    Jk bawa anak dibawah 10 thn gmana mba recomended tdk?

  23. Endy says:

    Kalo dari bunderan surade ke curug cikaso nya apa ada transportasi nya? Boleh juga kayaknya klo naik kendaraan umum 😀

  24. Regar says:

    Maaf mbak, saya mau nanya.
    Mau ikut jejak mbak juga ah 🙂

    Kalo berangkat pagi dari Bogor, sore nyampe gak di Curug Cikaso mbak?trus kira bisa gak nenda/hammockan disitu mbak?

    Makasih ya

    • segalasudut says:

      Bisa banget. Saya juga yang waktu naik kereta itu dari Bogor, pagi. Kemping, kalau menurut pemandu saya waktu itu bisa. Tapi saya dua kali ke sana ga ketemu orang kemping

      • Regar says:

        Ok mbak.mudah2an bisa.takut ada larangan aja.
        Trus dari pertigaan Surade ke Curug mbak bilang bisa cater angkot atau naik ojek.kalo naik ojek kira2 berapaan ya mbak?

    • segalasudut says:

      Ojek saya belum pernah coba. Tapi ga liat juga ada yg ngojekin. Kalo memang ada mestinya sekitar 15-20 ribu. Sbnrnya tempatnya ga terlalu jauh dari pertigaan Surade. Cuma 15 menitan. Tapi kalau jalan ya gempor 😀

      • Muhammad Ghofur says:

        Kalo pake bus kirakira bisa gak teh? Soalnya mau bawa rombongan.

      • segalasudut says:

        Bus sedang sih bisa. Tapi kalau bus besar kayaknya agak susah masuk ke area parkir curug. Bisa, cuma jadinya penuhnya jalannya, kalau ketemu kendaraan berlawanan arah jadi repot.

  25. Mada says:

    Infonya cukup lengkap dan sangat membantu bagi traveller yang ingin kesana, termasuk saya.

  26. Jayadi says:

    Mbak, aku mau tanya dong,
    Aku niat mau ke ujung genteng tp pake motor, trs aku mau buka tenda disana, apakah bisa? Trs mtr nya parkir dmn ya, k dibawa ke tepi pantai bisa ga? Biar aman aja,
    Mksh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s