Terampil Itu Menyenangkan

Posted: April 3, 2014 in Sela

Bisa berenang? Enggak
Naik sepeda? Enggak
Inline skate? Enggak
Sepatu roda dah, yang ada roda di sisi kanan dan kiri? Enggak
Bawa motor? Enggak
Nyetir mobil? Enggak
Main bekel??? (putus asa)

Suka heran kalau ada teman yang berenang ga bisa, naik sepeda ga bisa,  main sepatu roda apa lagi. Ngapain aja waktu kecil?

Terbayang terkurung di kamar, ga boleh ke mana-mana sama ortunya. Cuma disedain boneka Barbie dengan stok baju ganti selemari.
Terlalu ekstreme ya? :p

Memang bisa jadi akan baik-baik aja sampai mati meskipun ga punya semua keterampilan di atas. Tapi, gue berpendapat hidup ini akan lebih menyenangkan, bermanfaat, praktis, bebas, dan mandiri, jika punya.

Berenang
Ga perlu berkeluh kesah pelampung sewaan kegedean atau kekecilan saat snorkeling. Kenapa? Karena ga perlu pelampung lah kalau bisa berenang.

Naik sepeda
Bayangkan bila tiba-tiba dapat rezeki nomplok : beasiswa sekolah di Belanda. Di negara surga pengendara sepeda itu tentu ga praktis kalau ga bisa naik sepeda. Ke mana-mana naik bus yang tarifnya mahal dan ga bisa pergi sewaktu-waktu.

Inline skate/sepatu roda
Lagi-lagi coba bayangkan berlibur/sekolah di negeri empat musim. Di  musim dingin bermunculan lapangan2 ice skating plus penyewaan skate dan pernak-perniknya. Tengsin lah kalau skating pake rebutan kursi sama anak-anak kecil. Kok rebutan kursi? Iya, anak kecil biasanya belajar skating sambil mendorong kursi, untuk menjaga keseimbangan.

Anak-anak yang baru belajar skating memakai kursi sebagai alat bantu. (Groningen, 22 Desember 2007)

Anak-anak yang baru belajar skating memakai kursi sebagai alat bantu. (Groningen, 22 Desember 2007)

Mengendarai motor
Di negara ini trennya pergi ke Indomaret/Alfamart depan mesti pake motor. Masa mau ketinggalan tren? :p Ga ding, itu ilustrasi yang buruk. Yang jelas, bisa mengendarai motor membantu mobilitas gue saat liputan. Ga repot nyari tebengan. Plus kalau berlibur di tempat yang susah transportasi umum, tapi tersedia penyewaan motor, berguna banget kan. Lebih hemat 😀

Menyetir mobil
Menurut gue, rugi temen2 yang sebenarnya tergolong keluarga yang mampu, punya mobil, tapi ga pernah belajar nyetir. Mungkin, ke mana-mana diantar sopir. Atau, kalau pulang kemalaman dijemput bokap.
Coba kalau bisa nyetir. Saat pulang piket malam jam 1 dini hari diantar sopir kantor. Di tengah jalan, mobil melaju pelan dan kadang agak melenceng ke pinggir. Rupanya si sopir ngantuk. Kalau kayak gitu kan bukan cuma lama nyampe rumah, tapi juga masih syukur ga berakhir di RS. Kalau bisa nyetir cukup bilang: ‘Mas, sini saya aja yang nyetir. Masnya bisa tidur.’

Ada teman yang bilang semua keterampilan yang gue punya justru membuat gue terlalu mandiri. Sulit buat cowok mendekati. Sebab, gue ga perlu ada yang mengantar ke mana-mana. Ga perlu siapa-siapa.

Barangkali ada benarnya. Tapi, kalaupun harus mengulang dari kecil, gue tetap akan belajar berenang, naik sepeda, sepatu rodaan, naik motor, menyetir mobil.  Bagi gue, semua keterampilan itu bikin hidup lebih berwarna. Keterampilan yang akan terus melekat sampai kita mati. Sepanjang raga masih sehat.

Biar aja, cowok yang berminat jadi suami gue harus lebih kreatif bikin gue butuh dia. Misalnya, entah gimana caranya gue jadi gelisah karena lama vakum ngomongin hal-hal ga penting sama dia.

Lalu, bagaimana dengan keterampilan lain seperti main musik, menggambar, memasak, menggambar? Ya jelas baguslah kalau punya keterampilan-(keterampilan) itu. Tapi, keterampilan tersebut beda, lebih terkait hobi dan bakat. Bukan keterampilan yang menurut gue cukup esensial untuk kemudahan menjalani hidup. Sedangkan berenang, naik sepeda, mengendarai motor/mobil, ada dalam satu kelompok dengan keterampilan membaca.

So, kalau kalian sudah jadi ortu dan ga bisa berenang atau naik sepeda, jangan rampas kesenangan dan kemudahan itu dari anak kalian. Ajari mereka melalui orang lain. Setelah cukup umur, akan banyak manfaatnya membuat mereka bisa mengendarai motor dan mobil. Pagi atau pun tengah malam bisa dibangunin, suruh beli gas atau segalon air di warung.

****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s