Jurnal Mimpi

Posted: August 12, 2014 in Mimpi

TIAP orang pasti bermimpi. Kabarnya, justru dengan bermimpi itu kita benar-benar tidur, beristirahat. Ga jarang setelah terbangun gue masih ingat mimpi gue. Beberapa memiliki ‘cerita’ seperti layaknya film fiksi fantasi. Ada yang berkisah tentang gue yang sedang mengendarai mobil, kebablasan nyemplung sungai berair deras dan berwarna coklat. Ternyata, airnya dangkal. Gue bisa mengendarai mobil gue keluar dari sungai. Caranya? Kaki-kaki gue keluar dari bawah mobil, trus jalan deh. Kayak Flinstone itu lho…

Pernah juga gue mimpi sedang mendaki gunung, dari arah puncak asap membumbung. Gunung itu meletus, semua orang bergegas turun. Tapi gue masih sempat-sempatnya foto-foto dulu. Adegan berganti dengan gue menaiki gerbong kereta yang berjalan melalui lahar. Bukan turun, tapi naik lagi ke puncak gunung.

Mimpi tentang gunung itu terjadi ga begitu lama setelah gue mendaki Rinjani (simak di sini) bersama empat orang teman. Lalu, ada yang berkali-kali mengajak naik gunung lagi. Jadinya mimpinya begitu deh..

Kalau mimpi seram pernah ga, Win? Serem sih enggak. Palingan mimpi zombie. Ceritanya, gue lagi nonton pertandingan sepak bola di stadion. Tapi pemain-pemain bolanya kesulitan mendekati gawang karena penuh orang. Setelah dilihat seksama, orang-orang itu tampak lusuh, pucat, layaknya zombie. Gue yang nonton berteriak, (kurang lebih) “Hei, pada minggir doong! Itu orang main bola ga bisa ngegolin.”

Pas gue mimpi itu, ajang Piala Dunia 2o14 Brasil masih berlangsung, ditambah pelaksanaan pilpres. ‘Karakter’ zombie cukup sering muncul di mimpi gue. Mungkin karena keseringan nonton film sejenis The Walking Dead :p

Tadi malam, gue mimpi sedang di suatu tempat transit berlibur bersama teman-teman. Tempatnya semacam Taman Mini Indonesia Indah (TMII), karena kami sempat mencari di mana letak (replikas) Jam Gadang. Seorang ibu menunjukkan tempatnya, “Masuk jalan itu, dua menit sampe,” ujarnya.

Kami memasuki jalan itu, ketemu seorang gadis kecil yang meminta-minta. Gue kasih 2 sen (bingung kan knapa gue punya duit 2 sen?). Sampailah kami di Jam Gadang itu. Di depan menara ada kolam panjang bak kolam renang. Tempatnya bagus, kayak di taman-taman. Begitu sampai di sana, gue baru sadar ga bawa kamera.  Trus bilang ke teman-teman mau ambil kamera dulu. Gue ambil jalan memutar.

Kemudian, adegan bergeser. Masih di sekitar tempat serupa TMII itu. Gue sedang bersama bapak dan ibu. Mereka hendak pulang. Ketika itu pukul 11. Pesawat mereka berangkat pukul 17 lewat. Ada waktu cukup lama menunggu keberangkatan. Sedangkan gue bersama teman-teman hendak bertolak ke Sumatra Barat. Gue pamit.

Lalu ke penginapan, menemui teman-teman. Kami sedang diburu waktu. Mestinya jam 11 tepat kami berangkat. Tapi itu sudah lewat jam 11. Cepat-cepat kami meninggalkan penginapan, mau naik bus. Tapi gue teringat bapak dan ibu. Mereka menunggu lama, knapa ga gue kasih kunci penginapan aja ke mereka. Supaya bisa istirahat sebentar, daripada nunggu di tempat yang seperti kantin. Lagipula, di gue masih ada makanan yang tidak sempat kami makan. Siapa tahu bapak dan ibu lapar.

Gue meminta teman-teman naik bus duluan. Mereka bingung, takut gue ga bisa mengejar. Lalu gue bilang, (kurang lebih), ” Tenang, kayak di Berlin dulu, gue naik kereta misah tapi tetep ga terlambat kan?” sambil tersenyum lebar. Salah seorang teman mengatakan, “Bener ya, jangan sampai ga nyusul.”

Kembali ke tempat bapak dan ibu menunggu. Ibu tertidur di pojokan yang sempit. Bapak juga tidur di dekatnya. Mereka terbangun. Gue mengeluarkan makanan yang langsung dilahap ibu. Bapak mengatakan sesuatu yang gue lupa. Kunci penginapan gue serahkan ke bapak. “Istirahat di kamar itu aja, Pak. Kamarnya di sebelah sana, nyeberang. Rumah kedua di sebelah kanan,” kata gue. Mereka tampak lelah.

Gue bangun dari tidur…

****

 

 

 

Advertisements
Comments
  1. alegoripagi says:

    Halo, bener banget tuh! Gue juga sering banget ngalamin mimpi yang berasa di film-film gitu. Plot dan latar tempatnya juga random bgt! Menclak menclok gitu. Mimpi gue berwarna dan gue bisa berpikir di mimpi itu. Gue bahkan bisa merasa dan mendengar suara di mimpi. Dan gue inget mimpi gue! Haha aneh tapi keren gitu. Tp jujur, kadang kalo mimpinya lagi seru banget, ini bisa bikin gue males bangun! Karna penasaran sama kelanjutan mimpi gue sendiri. Hahahah!
    Oya, maaf komen panjang-panjang, topikmu tentang Semesta Berkonspirasi lah yang membawa saya kemari 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s