Sumatra Barat

Posted: August 22, 2014 in Petunjuk Jalan
Jam Gadang Bukittinggi

Jam Gadang Bukittinggi. 17 Agustus 2014

16-19 Agustus 2014

Tim melancong : 4 orang

Destinasi : Bukittinggi (Ngarai Sianok, Jam Gadang, Jembatan Fort de Kock), Harau, Kelok 9, Danau Singkarak, Pulau Pagang, P Sikuai, P Pasumpahan.

Transportasi (berangkat)

Jakarta-Padang Lion Air paling pagi. tiba di Bandara Minangkabau sekitar pukul setengah delapan pagi. Tiket pesawat pp (harga normal) Rp1,4 juta.

Mobil sewaan + sopir jemput di bandara. Tarif Rp350 ribu untuk 12 jam, belum termasuk BBM. Diisi BBM penuh Rp270 ribu–berlebih untuk perjalanan seharian.

Hari 1 : Bukittinggi (Ngarai Sianok), Harau, Kelok 9

Langsung berangkat ke Bukittinggi. Semula rencananya seharian tgl 16 itu dimanfaatkan untuk mengunjungi Harau via Bukittinggi dan Kelok 44-Danau Maninjau. Ternyata waktunya ga cukup.

Sampai di Bukittinggi sekitar pukul 11 siang, mampir sarapan dulu, lalu menikmati pemandangan Ngarai Sianok. Tiket masuk Rp5.000 per orang, termasuk area Goa atau Lobang Jepang.

Monyet Ngarai Sianok. Tempat pandang Ngarai Sianok ini dipenuhi monyet. Tapi ga senakal di Cagar Alam Pangandaran. 16 Agustus 2014

Monyet Ngarai Sianok. Tempat pandang Ngarai Sianok ini dipenuhi monyet. Tapi ga senakal di Cagar Alam Pangandaran. 16 Agustus 2014

Lanjut ke Harau mengunjungi tiga air terjun (sarasah dalam bahasa minang). Tiket masuk Harau Rp5.000 per orang. Yang satu, Sarasah Bunta, air yang mengalir dari atas nyaris tak terlihat saking kecilnya debit air. Air terjun kedua,  Sarasah Murai, agak lebih terlihat airnya. Tempatnya juga lebih menarik karena ada sarana permainan jembatan gantung dan flying fox.

Ditambah satu air terjun yang bisa dipandangi dari penginapan Abdi Homestay (tarif kamar 150 ribu-satu double bed-kamar mandi di dalam; dan Rp200 ribu-satu double bed di bawah dan satu bed di loteng-kamar mandi di dalam. CP Iqbal-pemilik 085263781842). Sayangnya, air terjunnya tidak terlihat mengalir karena sumber air kering di musim kemarau.

Sarasah (air terjun) Murai, Harau. 16 Agustus 2014.

Sarasah (air terjun) Murai, Harau. 16 Agustus 2014.

Salah satu pondokan yang disewakan Abdi Homestay. Tipe dua kamar Rp200 ribu per malam.

Salah satu pondokan yang disewakan Abdi Homestay. Tipe dua kamar Rp200 ribu per malam.

Dari Harau lanjut ke Kelok 9 merasakan dan menikmati keindahan arsitektur jalan teranyar buatan Kementerian Pekerjaan Umum. Tidak ada tiket masuk, hanya membayar parkir kendaraan. Di lokasi ada deretan pedagang kaki lima yang menjual penganan mulai dari jagung bakar sampai indomie. Selepas Kelok 9, mampir makan siang yang sudah kesorean. Sekitar pukul 3 bertolak dari Harau menuju Danau Maninjau.

Pedagang jagung bakar menghadap Jembatan Kelok 9. 16 Agustus 2014

Pedagang jagung bakar menghadap Jembatan Kelok 9. 16 Agustus 2014

Tiba di Bukittinggi hampir pukul setengah lima dan macet. Tidak sempat ke Maninjau karena si sopir harus sudah tiba di Padang pukul 19.00. Kami minta diantar ke hotel yang sudah kami book, Hotel Grand Kartika  di Jl. Teuku Umar.  Tarif Rp375 ribu/kamar/malam. Ada air hangat +sarapan, tanpa AC. Bukittinggi di malam hari cukup dingin, jadi tidak perlu pendingin ruangan. Siang panaass.. Lokasi hotel tidak sampai 10 menit jalan kaki ke alun-alun Jam Gadang.

 

Hari 2 : Bukittinggi, Stasiun Batu Tabal, Danau Singkarak

Membuka hari dengan berkunjung ke Fort de Kock (benteng peninggalan jaman Belanda). Jalan kaki dari hotel tidak sampai sepuluh menit. Tiket masuk Rp10 ribu (dewasa); Rp8.000 (anak-anak). Benteng ini menyambung dengan salah satu dari dua sisi Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. Kedua sisi dihubungkan oleh Jembatan Limpapeh. Jam operasional objek 08.00-17.30.

Tim Sumbar dengan latar belakang Jembatan Limpaper, sisi Fort de Kock, Bukittinggi.

Tim Sumbar dengan latar belakang Jembatan Limpapeh, sisi Fort de Kock, Bukittinggi.

Replika Rumah gadang di Taman Margasatwa dan Dudaya Kinantan. 17 Agustus 2014

Replika rumah gadang di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. 17 Agustus 2014

Jangan lupa tengok si Gendut Beruang Madu di kandangnya.

Jangan lupa tengok si Gendut Beruang Madu di kandangnya.

Sekitar pukul 11 check out dari hotel. Jalan kaki ke arah kanan hotel sekitar 20 meter. Naik angkot carry (bukan kijang) merah ke Terminal Aur Kuning (ongkos Rp3.000). Bilang ke sopir angkot hendak naik angkutan umum ke Solok. Diturunkan sebelum masuk terminal, tepat di pertigaan depan Rumah Makan Simpang Raya dan grosir pakaian. Di salah satu sudut persimpangan sudah ada Elf biru jurusan Solok.

Setelah memastikan Elf tersebut melewati Stasiun Batu Tabal, kami naik. Tiba di Stasiun Batu Tabal sekitar sejam kemudian. Ongkos Rp10 ribu. Sebenarnya kami berencana naik KA Wisata Danau Singkarak yang berangkat pukul 14  dari Stasiun Batu Tabal menuju Sawahlunto via Solok, ternyata keretanya tidak beroperasi sejak Juli. Salah seorang penduduk yang kami temui di stasiun mengatakan KA mungkin akan kembali beroperasi September. Tapi itu juga belum pasti.

Makan dulu di stasiun kecil itu sambil merencanakan perjalanan berikutnya. Ketika mengetahui kami hendak ke Danau Singkarak, seorang bapak yang nongkrong di stasiun menyarankan kami tidak usah jauh-jauh naik Elf menuju lokasi wisata Danau Singkarak. Ia menunjuk ke arah belakang stasiun, “Itu di belakang, Danau Singkarak. Jalan kaki ke sana dekat.”

Si bapak menunjukkan arah jalan menuju Jalan Singkarak. Dari bagian belakang Stasiun Batu Tabal jalan menyusuri rel KA ke arah kiri sekitar 50 meter. Setelah itu terlihat jalan tanah selebar satu mobil di sebelah kanan. Masuk jalan itu sampai ke jalan aspal, sudah terlihat Danau Singkarak. Kami menghabiskan waktu setengah jam berfoto-foto di tepi danau.

Danau Singkarak dari area dekat Stasiun Tabal, Tanah Datar. 17 Agustus 2014

Danau Singkarak dari area dekat Stasiun Batu Tabal, Tanah Datar. 17 Agustus 2014

Karena sudah kehilangan maksud dan tujuan, kami batalkan perjalanan ke Solok/Sawahlunto dan balik ke arah Padang Panjang. Naik angkot kuning turun di pertigaan Kubu Krambil tempat kedatangan Elf dari arah Batusangkar menuju Kota Padang. Ongkos menurut penduduk setempat Rp3.000 per orang, tapi gue kasih Rp4.000 per orang. Lama perjalanan sekitar 15 menit. Sepanjang perjalanan angkot selalu penuh. Rute gemuk sepertinya. Berbeda dengan angkot-angkot di Jakarta dan sekitarnya maupun di Bukittinggi serta Padang, barisan tempat duduk angkot kuning Batu Tabal itu semua menghadap depan. Agak menyulitkan untuk turun. Apalagi bawa ransel penuh.

Ke Kota Padang seharusnya ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan Elf. Namun, karena di jalan ketemu karnaval 17 Agustusan, sempat kena macet hampir satu jam . Alhasil sampai Padang hampir magrib. Ongkos Rp16 ribu per orang. Kami menginap di Hotel Sriwijaya di Jl Veteran (tarif kamar termurah Rp325 ribu/kamar/orang, ada air hangat + sarapan).

Hari 3 : Tur satu hari ke Pulau Pagang, P Sikuai, dan P Pasumpahan

Kami pakai jasa tour & travel : http://www.reginaadventures.com/pagangisland.html

Regina itu nama anak pemilik jasa tur tersebut. Catet! :))

CP Elvis not Presley; Pin BB : 2A75A358 ; Yahoo Messenger : vis79
Mobile 1 : +62 812.6774.5464 ( Telkomsel )
Mobile 2 : +62 819.7531.357 ( XL/whatsapp )

Ambil paket Rp300 ribu per orang; minimal peserta 4 orang. Dijemput di hotel, diantar ke Pelabuhan Bungus, area Tin Tin Homestay. Pindah tangan ke pemilik kapal, digabung dengan 6 turis bule. Berangkat pukul 9 pagi. Pertama mengunjungi P Pagang, lalu SIkuai, terakhir Pasumpahan. Paling bagus, menurut gue, P Pagang. Di situ ada penginapan sederhana dan warung ‘polisi’ Indomie 😀

Perjalanan berakhir pukul setengah 4 sore. Langit agak mendung dan angin kencang. Kapten kapal memutuskan untuk menurunkan kami ke Pelabuhan daratan Sumatra yang terdekat. Lalu dari situ , kami diangkut dengan pick up ke Tin Tin Homestay. Lebih seru daripada mengakhiri perjalanan hanya dengan kapal :)) Selanjutnya, sopir Regina Adv mengantar kami kembali ke hotel.

Secara umum, harga paketnya cukup murah dibanding fasilitas yang diterima. Makan siang nasi goreng, diselingi dua kali sesi makan buah semangka dan nenas.

Pulau Pagang, Sumatra Barat.

Pulau Pagang, Sumatra Barat. 18 Agustus 2014

Pantai Pulau Pasumpahan dalam cuaca agak mendung. 18 Agustus 2014

Pantai Pulau Sikuai. 18 Agustus 2014

Pantai Pulau Pasumpahan dan cuaca mendung. 18 Agustus 2014

Pantai Pulau Pasumpahan dengan cuaca mendung. 18 Agustus 2014

Pelabuhan Bungus juga dilalui angkutan umum dari Pasar Raya, Kota Padang. Ongkos Rp5.000, angkot biru 437 jurusan Bungus. Turun di Tin Tin homestay, sekitar 2 km dari Dermaga BBM Pertamina di Bungus. Dermaga Pertamina itu pemberhentian terakhir angkot yang beroperasi sampai sekitar pukul lima sore.

Bila ingin menginap di Bungus, tarif sewa kamar di Tin Tin Homestay Rp150 ribu, double bed, kamar mandi di dalam.

http://losmentintinbungus.blogspot.com/2013/04/welcome-to-losmen-tintin-tintin-homestay.html

CP : Raoul +  6281266836668 + 6285365220635 Tlpn   :     0751751385 Email : losmentintin@yahoo.co.id

Di sebelah Tin Tin Homestay,  ada Chavery Homestay dengan kamar-kamar penginapan lebih bagus. Tarif sekitar Rp275 ribu-Rp400 ribu/malam (berlaku tawar menawar). Sekitar 1 km dari penginapan ini terdapat air terjun Lubuk Hitam yang bisa jadi alternatif objek kunjungan wisata.

Kuliner

Selama di Padang, gue selalu menyantap makanan berbeda dari satu waktu makan ke waktu makan yang lain. Yang perlu di-highlight ada dua.

1. Pical Sikai. Letaknya di sebelah kiri lokasi pemandangan Ngarai Sianok, Bukittinggi. Ada plang Pical Sikai di pinggir jalan, menunjuk ke arah gang. Masuk gang tersebut sekitar 20 meter, di sebelah kiri ada warung makan seperti warteg. Pical Sikai adalah nama menu utama warung tersebut. Rasanya seperti perpaduan pecel dan asinan Jakarta. Harga per porsi Rp11 ribu.

Pical sikai seporsi Rp11 ribu. 16 Agustus 2014

Pical sikai seporsi Rp11 ribu. 16 Agustus 2014

2. Sate KMS. Karena melewatkan Sate Mak Syukur di Padang Panjang, kami kepingin merasakan sate padang yang enak di Kota Padang. Di Padang tidak ada cabang Sate Mak Syukur, resepsionis hotel merekomendasikan sate KMS. Yang paling dekat dengan lokasi Hotel Sriwijaya adalah di Jl Pattimura. Naik angkot oranye atau putih sama saja, turun di lampu merah kedua. Ambil jalan ke kiri, jalan kaki sekitar 150 meter.  Jalan kemudian bercabang ke kiri dan terus (satu arah). Letak warungnya tepat di sudut kiri. Cabang lain sate KMS terletak di   Pasar Raya Kota Padang Blok A,  dan Jalan Permindo.

Sate KMS. Maaf, lagi laper, makan dulu baru moto 'bekas' satenya. 18 Agustus 2014.

Sate KMS. Maaf, lagi laper, makan dulu baru moto ‘bekas’ satenya. 18 Agustus 2014.

Gue bukan penggemar sate Padang, bahkan cenderung menilai sate Padang ga enak. Tapi, sate KMS ini beneran enak, bumbu satenya pedas nampol. Apalagi, selama tiga hari di Sumbar baru sekali itu ketemu bumbu/sambal yang benar-benar terasa pedas. Mantap lah pokoknya.  Harga per porsi mungkin sekitar Rp16 ribu. Gue tidak tahu pasti harga per porsi karena selain makan sate, kami juga ambil kerupuk dan sala lauk. Total untuk bertiga (kami tinggal bertiga, satu teman sudah meninggalkan Sumbar duluan) Rp52 ribu.

Pusat oleh-oleh di Kota Padang

– Angkot oranye dari arah mall Basko melewati satu toko pusat oleh-olehyang cukup besar. Letaknya di kiri jalan setelah angkot melewati SPR Plaza dan Pasar Raya (di kiri). toko terletak tepat sebelum angkot mengambil belokan agak memutar ke kanan melewati Taman Melati.

– Ada dua toko oleh-oleh dekat Jembatan Siti Nurbaya. Lokasinya hanya dilewati angkot biru 401 jurusan Teluk Bayur-Pasar Raya.

Transportasi (pulang)

Hotel Sriwijaya Jl Veteran dilewati bus Damri dari dan menuju bandara. Ke arah bandara, tunggu di seberang jalan. Bus akan lewat tiap jam pada menit ke 30. Bus Damri bandara berangkat dari Taman Imam Bonjol, di dekat Pasar Raya, Kota Padang (jalan kaki 5 menit), yang berangkat tiap jam pada menit ke 15. Kecuali yang paling pagi, berangkat pukul 4.30. Ongkos Rp22 ribu.

Jadwal keberangkatan Damri ke bandara dari Taman Imam Bonjol, Kota Padang.

Jadwal keberangkatan Damri ke bandara dari Taman Imam Bonjol, Kota Padang.

Padang-Jakarta Lion Air.

Pengeluaran:

Kami pakai sistem bendahara bergilir. Satu orang menangani semua pembayaran dalam satu hari, terdiri dari makan, akomodasi, tiket masuk. Di akhir hari kami bagi empat untuk menentukan jumlah yang harus dibayarkan ke bendahara.

Hari 1 @Rp450 ribu + Hari 2 @Rp270 ribu + Hari 3 @Rp180 ribu + paket tiga pulau Rp300 ribu  = Rp1,2 juta

Pengeluaran pribadi : Tiket pesawat pp Rp1,4 juta (tanpa perburuan tiket murah) + oleh-oleh, suvenir, cemilan, makan, angkot di luar grup, taksi ke Kampung Rambutan, ongkos Damri, pajak bandara (Soetta Rp40 ribu, Minangkabau Rp35 ribu) sekitar Rp600 ribu.

Total Rp 3,2 juta

****
    

HOMESTAY HEMAT DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s