Pendekar Tongkat Emas (2014)

Posted: December 28, 2014 in Film

pendekar

“Meski ilmu silat kalian sangat unggul, siapkah kalian menahan diri untuk tidak menjadi pemenang?”

Waktu pertama kali melihat trailer Pendekar Tongkat Emas, gue memiliki pengharapan yang cukup tinggi terhadap film ini. Gaya bersilatnya–meski meniru film silat China–terlihat menjanjikan. Dan ternyata benar, adegan-adegan laganya keren, terutama karena tanpa efek-efek khusus seperti asap atau sinar-sinar yang seringkali malah bikin film silat kayak tembak-tembakan laser Star Wars. Visual latar belakangnya pun indah, terutama tempat pindahannya orang-orang kampung Elang. Penasaran itu Sumbanya di mana, bagus banget pemandangannya. Selain latar belakang alam, kostumnya juga keren. Walaupun, gue menyayangkan kostum dan tatanan rambut Biru (Reza Rahardian) yang terlalu mirip pesilat klasik China.

Hanya itu bagusnya film ini, sisi visual. Aktingnya payah, ga mampu membangkitkan emosi penonton. Atau, emosi gue lah paling tidak. Semestinya ada beberapa adegan yang bisa bikin tenggorokan tercekat hingga mata basah. Apa yang menimpa Cempaka (Christine Hakim) dan Angin (Aria Kusumah) itu tragis. Tapi hampir ga ada rasa yang terbangkitkan. Elang (Nicholas Saputra) sebagai pendekar yang cool dan berilmu silat tinggi terlihat kurang mengesankan. Kisah-kisah cinta yang muncul juga nyaris tanpa rasa, ga bikin tersipu, tersenyum, gemas, atau iri hati.

Reza sebenarnya cukup mampu memainkan karakter licik dan keji. Tapi sayang, ga banyak kesempatan bagi dia untuk menunjukkan.

<SPOILER ALERT>

Mestinya, penyerbuan kampung yang ditinggali Dara (Eva Celia) dan Angin dipimpin oleh Biru bersama Gerhana (Tara Basro). Di situ karakter Biru dan Gerhana bisa lebih terbangun.

Dari sisi cerita memang sederhana dan mudah ditebak. Tetapi sebenarnya cukup menarik. Hanya saja, kedahsyatan jurus tongkat emas melingkar bumi, ilmu silat paling unggul di dunia persilatan, ga begitu terlihat. Kalau gue yang jadi sutradara–caila–ketika Elang dan Dara menyerbu Perguruan Tongkat Emas, bisa digambarkan dengan begitu mudahnya mereka menyingkirkan murid-murid perguruan itu. Misalnya sekali kibas tongkat, tanpa banyak bergerak, semua yang menghadang jatuh bergulingan.

<ENDING SPOILER>

Meskipun kurang greget, gue masih berharap Mira Lesmana dkk ga kapok bikin film silat dan tetap mau menggarap sekuel Pendekar Tongkat Emas.  Insya Allah akan gue tonton lagi di bioskop.

Rating pribadi  7.0

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s