Lampung

Posted: March 25, 2015 in Petunjuk Jalan

Ikan badut di perairan Pulau Loh, Lampung. 20 Maret 2015

19-22 Maret 2015

Solo travelling (penyebabnya simak di sini)

Destinasi : Pulau Balak, Loh, Lunik, Tanjung Putus, dan Kelagian Besar (dekat Pulau Pahawang), serta Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Transportasi Pergi

Menuju Bandar Lampung : 19 Maret 2015 19.00 WIB

Damri Royal Class Gambir-Pool Damri Rajabasa, Bandar Lampung Rp240 ribu, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 19.00 WIB.

Saat menumpang ferry, semua penumpang bus harus turun. Bisa menempati dek ekonomi atau upgrade ke dek eksekutif. Di ferry yang gue tumpangi, masuk dek eksekutif dikenai Rp11 ribu. Ferry tiba di bakauheni sekitar pukul 00.30 dan bus meninggalkan ferry kurang lebih 15 menit kemudian. Jangan lupa berbekal makan malam, lebih kenyang daripada beli pop mie di ferry.

Tiba di pool Damri Rajabasa sekitar pukul 03.30. Semula hendak turun di Terminal Rajabasa, tetapi kondektur menyarankan gue turun di pool. “Lebih aman,” katanya.

Pulau Balak, Loh, Lunik, Tanjung Putus, dan Kelagian Besar.

20 Maret 2015

Ternyata menuju ke Dermaga Ketapang bisa menumpang bus Damri (ukuran sedang) yang berangkat dari pool Damri pukul 06.00 WIB. Bus yang lewat Ketapang adalah bus jurusan Hanura-Piabung. Ongkos 10 ribu. Perjalanan hampir dua jam, tiba di Dermaga Ketapang pukul 7.50 WIB. Bus ngetem di Hanura sekitar 15 menit.

Sehari ada tiga jadwal pergi-pulang bus Hanura-Piabung. Bus Damri terakhir melewati Dermaga Ketapang kembali menuju pool Damri Rajabasa sekitar pukul 15.00. Tunggu aja mulai pukul setengah 3, khawatir datang lebih awal. saat gue menunggu, bus tiba pukul 15 kurang lima menit.

Damri jurusan Hanura-Piabung via Dermaga Ketapang, siap berangkat dari pool Damri. Tiap bus dilengkapi no kontak sopir. Untuk bus ini kontaknya 081273176444.

Damri jurusan Hanura-Piabung via Dermaga Ketapang, siap berangkat dari pool Damri. Tiap bus dilengkapi no kontak sopir. Untuk bus ini kontaknya 081273176444. Kontak bus pulangnya 085377949372. 20 Maret 2015

Dari Dermaga Ketapang naik perahu sewaan, ongkos Rp500 ribu/hari. Muat sampai 7 orang. Perahu tersebut jenis kapal cepat alias speed boat yang umumnya disewakan dalam kisaran Rp600 ribu-Rp750 ribu/ hari. Dengan speed boat Pulau Pahawang bisa ditempuh dalam waktu kurang dari setengah jam. Kalau pakai perahu biasa sekitar sejam. Ke Pulau Balak dengan speed boat hanya sekitar 40 menit. Kalau pakai perahu biasa bisa sampai 2 jam.

Karena melihat gue sendirian dan hari itu bukan hari sibuk, si pemilik memberikan tarif Rp500 ribu.  Ada juga perahu biasa.

Kontak pemilik perahu: Pak Jaja 0812-7286-2721. Perahu biasa disewakan dengan tarif Rp500 ribu-Rp700 ribu/hari. Bisa diisi 15 sampai 20 orang. Peralatan snorkeling satu set disewakan dengan harga Rp50 ribu. Pak Jaja juga menyewakan penginapan yang juga bisa diisi 20 orang, sebagian besar hanya gelaran kasur, tanpa tempat tidur. harga sewa Rp600 ribu/malam. Negolah…

Bawah laut di dekat pantai Kelagian Besar. Obyek utamanya ikan hijau itu, tapi karena fotografernya ga gape, jadinya bunutnya aja yang kena. Mesti banyak-banyak latihan--cari alasan banyak main--20 Maret 2015.

Bawah laut di dekat pantai Kelagian Besar. Obyek utamanya ikan hijau itu, tapi karena fotografernya ga gape, jadinya buntutnya aja yang kena. Mesti banyak-banyak latihan motret di air–cari alasan banyak main–20 Maret 2015.

Kontak-kontak selengkapnya di Dermaga Ketapang untuk sewa perahu, alat snorkeling, dan penginapan:

Jaja 0812-7286-2721

Sapta 0852-7942-2990, 0823-7154-9038.

Agus 0813-6957-2407 Bahri 0822-8119-3417; Pin BB 25B5FF27

Penginapan di pulau-pulau:

1. Pulau Balak, contact person : Pak Supartono 0853-8457-0700; 0853-5766-3221. Daya tampung 20-25 orang dengan kondisi seadanya banget. Biaya sewa Rp1,5 juta per malam. Bisa tambah pesan makan Rp20 ribu per porsi. Menu ikan bakar dan sayur.

2. Pulau Tanjung Putus, contact person: Pak Min 0821-7987-9534. Harga sewa kamar daya tampung 12 orang, ber-AC Rp1 juta. Tarif sewa kamar non-AC berkapasitas 10 orang mulai dari Rp300 ribu. Yang paling murah, dengan kondisi yang ga begitu bersih Rp600 ribu, daya tampung hingga 20 orang. Pesan makan Rp20 ribu/porsi, sama dengan di atas.

Pantai Pulau Lunik. 20 Maret 2015

Pantai Pulau Lunik. 20 Maret 2015

Pantai Kelagian Besar. Sesungguhnya kalau foto-foto pantai yang gue kumpulkan diacak, gue ga akan bisa mengenali mana pantai mana. 20 Maret 2015.

Pantai Kelagian Besar. Sesungguhnya kalau foto-foto pantai yang gue kumpulkan diacak, gue ga akan bisa mengenali yang mana pantai mana. 20 Maret 2015.

Pusat Konservasi Gajah, Taman Nasional Way Kambas

21 Maret 2015

06.30 sudah manteng di Terminal Rajabasa, setelah menginap semalam di Pondok Inap Aulia (cukup recommended buat backpacker). Tarifnya Rp185 ribu/malam untuk kamar ber-AC, dan Rp150 ribu untuk non-AC. Letaknya di Jl ZA Pagar Alam No.30, Bandar Lampung. Telp : 0721 707142. Dari Terminal Rajabasa cuma sekitar 5 menit numpang angkot warna biru.

Cegat di depan terminal, ga perlu menyeberang. Dari pool Damri juga naik angkot biru. Idem, ga perlu nyeberang.  Pondok Aulia ada di kiri jalan, sebelah kios rental komik/buku.  Bentuknya ruko. Depan bengkel Isuzu.  Konsep penginapan syariah, lain jenis bukan suami istri dilarang menginap satu kamar.

06.55 berangkat menumpang Damri jurusan Labuan. Bus parkir di bagian depan terminal antarkota Terminal Rajabasa. Terminal Rajabasa terdiri dari dua bagian, bagian depan terminal dalam kota, bagian belakang terminal antarkota.  Ongkos bus dibagi tiga, sampai Metro  Rp15 ribu, sampai Way Jepara (dan Way Kambas) Rp30 ribu, dan Labuan Rp45 ribu.

Turun di Pasar Tridatu, hanya sekitar 20 meter dari gapura Taman Nasional Way Kambas. Durasi perjalanan sekitar 3 jam. Tiba di Tridatu pukul 10 pagi. Nomor kontak bus 081369278345.

Gerbang Taman Nasional Way Kambas. 21 Maret 2015

Gerbang Taman Nasional Way Kambas. 21 Maret 2015

Ke Taman Nasional harus pakai kendaraan, cukup jauh masuknya. Naik ojek sekitar 15 menit. Ongkos ojek kena Rp60 ribu pp (nego), ditunggu sampai pukul 13.00 (durasi dinego juga). Tukang ojek Emen (081279435296). Tarif tiket masuk, menurut Pak Emen Rp15 ribu. Gue ga tau pasti, karena pas masuk ga ada yang jaga loketnya. Jadi ga bayar πŸ˜›

Melihat-lihat pusat konservasi gajah ga perlu waktu lama. Sekitar 3 jam itu sudah cukup. Nunggang gajah sejam masuk hutan-lewat rawa-keluar hutan-jadi tarzan (begitu kata si pawang) katanya Rp75 ribu. Gue ga terlalu berminat menunggang hewan.

Bisa menginap di dekat loket Taman Nasional sehingga berkesempatan melihat gajah-gajah mandi. Tapi mohon maaf, ga mencari info detail penginapan di sana. Waktu mandi para gajah sekitar pukul 6-7 pagi.

Sesekali ada pertunjukan gajah, terutama ketika pengunjung ramai. Waktu gue ke sana, kebetulan ada pertunjukan gajah untuk menyambut rombongan ibu-ibu dari Kementerian Pertanian, Jakarta. Menurut Pak Emen, gue beruntung. Biasanya ga ada. Tapi gue ga merasa beruntung, kasihan lihat para gajah itu disuruh geleng-geleng mengikuti musik sambil dijewer atau dilecut.

Lebih menyenangkan ngintipin gajah berendam di tengah hari yang terik. Atau, menggoda gajah belia yang lagi asyik nyemil rumput tanpa pengawasan pawang.

Gajah-gajah cilik menikmati segarnya air seusai 'bekerja'. Pawang menyebut pertunjukan dan tunggangan sebagai ajang kerja para gajah. 21 Maret 2015.

Gajah-gajah cilik menikmati segarnya air seusai ‘bekerja’. Pawang menyebut pertunjukan dan jasa tunggangan sebagai ajang kerja para gajah. 21 Maret 2015.

Gajah ABG lagi ngemil

Gajah ABG lagi ngemil. 21 Maret 2015.

Asyik main air. 21 Maret 2015

Asyik main air. 21 Maret 2015

14.50 bus Damri yang lama dinanti akhirnya datang. Bertolak menuju Rajabasa. Tiba di pool Damri Rajabasa sekitar pukul 17.30 lebih dikit. Bus Damri melewati Way Kambas hanya empat kali, dua kali menuju Labuan, dan dua kali menuju Rajabasa. Damri yang gue tumpangi, dua-duanya merupakan pemberangkatan pertama.

Gue ga tau pasti kloter kedua jam berapa. Tapi menurut keterangan penduduk Tridatu, Damri kedua melewati Way Kambas menuju Labuan sekitar tengah hari, sedangkan ke arah sebaliknya kurang lebih pukul 17.00.

Akibat perjalanan ke Way Kambas dengan tekad mengetahui secara lebih pasti jadwal bus, gue terlambat sampai bandara. Tiket yang sudah terbeli untuk keberangkatan ke Jakarta pukul 18.30 WIB  pun hangus. Bus Damri dari Way Kambas baru masuk daerah bandara menjelang magrib. Padahal gue masih harus mengambil ransel yang dititip di penginapan.  Saran gue, bila langsung pulang via bandara, pesan tiket dengan keberangkatan di atas pukul 20.00 WIB.

 

Transportasi Pulang

Kembali ke Jakarta : 21 Maret 2015 20.00 WIB

Naik travel dari dekat Stasiun Tanjung Karang, jurusan Pelabuhan Bakauheni. Dari Terminal Rajabasa naik angkot warna biru, minta diturunkan di travel, Karang, hendak ke Bakauheni. Ongkos angkot jauh dekat Rp3.000. Ongkos travel Rp55ribu.

Keberangkatan travel tidak berjadwal. Hanya disebut berangkat setelah magrib. Realisasinya berangkat sekitar pukul 8 malam. Perjalanan sekitar 3 jam. Travel menurunkan penumpang di dekat koridor jalan penumpang pejalan kaki, Pelabuhan Bakauheni. Cari plang ‘Loket’ dan ikuti. Kalau beruntung, dapat ferry baru yang interiornya bagus, ga perlu bayar lagi untuk menempati ruang-ruang penumpang yang kelasnya bahkan lebih bagus daripada kelas eksekutif di ferry yang gue tumpangi ketika menuju Lampung. Ongkos penyeberangan ke Merak Rp15 ribu.

22 Maret 2015

Hampir pukul 2 dini hari tiba di Pelabuhan Merak. Tunggu pagi di ruang besar tanpa kursi, tepat sebelum pintu keluar. Bus-bus baru beroperasi sekitar pukul 5 pagi. Keluar Subuh, langsung menuju terminal. Tukang-tukang ojek menawari jasa angkut ke terminal bus sambil bilang, “Terminalnya jauh, pakai ojek aja.” “Terminalnya sudah pindah, mbak!” Ya gitu deh, kadang cari rejeki juga ga masalah berbohong…kata tukang bo’ong.

Ini nih ruang tunggunya, dekat pintu keluar. Pelabuhan Merak, 22 Maret 2015.

Ini nih ruang tunggunya, dekat pintu keluar. Pelabuhan Merak, 22 Maret 2015.

Terminal Merak jaraknya cuma lima menit jalan kaki—-kaki gue. Begitu melewati pintu keluar, ambil arah kiri terus ikuti jalan, melewati palang kendaraan bermotor di sebelah kanan,  agak berbelok ke kanan sampai keluar area Pelabuhan. Terlihat jalan layang. Tengok ke arah kanan, ada Indomaret di kanan jalan. Terus telusuri jalan tersebut melewati Indomaret, ketemu BNI, jalan masuk terminal pas di sebelah kantor BNI.

Kalau masih gelap, ga usah masuk terminal–gelap dan sepii, tunggu di jalan depan jalan masuk. 05.30 naik bus Primajasa jurusan Terminal Kampung Rambutan. Ongkos Rp28 ribu. Perjalanan sekitar 2 jam lebih dikit. Jalanan longgar di Minggu pagi.

 

Pengeluaran

Tiket Damri Royal Class Gambir-Bandar Lampung Rp240 ribu.

Makan malam paket CFC Rp29 ribu.

Ongkos Damri pool Rajabasa-Dermaga Ketapang (jurusan Hanura-Piabung) pp Rp10 ribu x 2 = Rp20 ribu.

Beli bekal makan siang di warung nasi di Dermaga Ketapang, menu ayam dan telor  Rp20 ribu

Sewa speedboat Rp500 ribu

Angkot dalam kota Lampung Rp3.000 x 4 = Rp12.000

Sewa kamar non-AC Pondok Aulia Rp150 ribu

Makan malam baso Mantep + jus alpokat Rp25 ribu.

Ongkos bus Damri ke Rajabasa-Tridatu (jurusan Labuan) pp Rp30 ribu x 2 Rp60 ribu.

Ojek Way Kambas Rp60 ribu.

Travel ke Bakauheni Rp55 ribu.

Penyeberangan Ferry Rp15 ribu.

Makan malam nasi ayam bakar padang Rp18 ribu.

Bus Merak-Kampung Rambutan Rp30 ribu.

Tiket pesawat Bandar Lampung-Jakarta Rp253 ribu (hangus).

Total +/- Rp1,5 juta

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements
Comments
  1. Pantainya bersih, ya Win. Cakep…Emang kalo jalan sendiri itu yang rada berat di ongkos πŸ˜€

    • segalasudut says:

      He eh, bagus pantai2nya ri. Enaknya nginep sambil santai. Tp penginapan yang di pulau2 itu terlalu seadanya dan jatuhnya kemahalan kalo orangnya dikit, apalagi sendirian. Bener..berat di ongkos. Tp gpp, gue lebih suka pergi sendirian daripada ngikut open trip yang ampe selusin orang atau lebih πŸ˜€ Lebih enak lagi kalo jalan berempat sampe enam orang.

  2. fiqa2012 says:

    Dear mba windy
    Salam kenal
    di lampung , apakah jalan nya rusak atau mulus. saya pernah cedera punggung, jadi ga disarankan liwat2 jalan tg rusak
    Thanks
    Fika

  3. Mantap infonya… kebetulan saya sedang cari2 penginapan di Bandar Lampung dan Tanjung Putus… terimakasih banyak ^^

  4. rizki says:

    selamat siang mba windy..

    mau nanya nih.. untuk jadwal keberankatan di ketapang apakah ada jam jam nya? mohon pencerahan ya mba windy πŸ™‚

    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s