Begini Rasanya Makin Kaya

Posted: June 21, 2019 in Catatan

NGETRIP realisasinya enggak selalu sesuai rencana. Hampir di tiap perjalanan ada saja hal2 yang bikin apa yang sudah direncanakan menjadi tertunda atau bahkan gagal sama sekali. Buat gue, justru itu yang seringkali bikin sebuah perjalanan melekat dalam kenangan.

Coba kalau teman bilang, “Ingat ga waktu kita ke Las Vegas?”
“Oh, yang busnya ditunggu berjam-jam di pinggir jalan, dingin-dingin, tapi ga dateng2? Inget lah.” 😅

Peristiwa tersebut terjadi saat gue dan dua orang teman seperjalanan hendak meninggalkan San Fransisco menuju Las Vegas, Sabtu 30 Maret 2019. Tiket bus Flixbus sudah dipesan jauh-jauh hari dengan jadwal keberangkatan pukul 22.50 WAB (Waktu Amerika Barat). Malam itu kami bertolak dari hostel ke tempat pemberhentian bus sekitar pukul 22.15 WAB dengan menumpang Uber.

Ga sampai 10 menit udah sampai di tempat pemberhentian bus. Flixbus, seperti halnya Megabus, biasa punya pemberhentian yang cuma semacam halte di pinggir jalan. Malah saat itu ga gitu jelas spotnya karena ga ada tulisan ‘Flixbus’ ataupun keterangan lainnya. Kami hanya mengandalkan petunjuk yang diberikan di e-ticket.

Kami menunggu bersama penumpang lain yang mulai berdatangan. Sebagian merupakan penumpang Megabus. Menjelang pukul 22.50 WAB bus yang ditunggu tidak kunjung tampak. Kemudian, salah seorang teman yang punya nomor AS mengabarkan ia menerima sms dari Flixbus yang menginformasikan keberangkatan bus ditunda menjadi pukul 23.30.

Tidak lama, kabar penundaan keberangkatan itu menyebar ke calon2 penumpang lain. Semua menggerutu. Masalahnya, kami menunggu di pinggir jalan yang bahkan tempat duduk aja ga ada. Malam itu suhu cukup dingin, sekitar 10 derajat celsius.

Penumpang Megabus sudah berlalu, bus kami belum juga tiba. Sampai 23.30 pun demikian. Datang lagi sms dari Flixbus, keberangkatan kembali ditunda satu jam. Para calon penumpang mulai gusar. Bagaimana kalau ternyata nanti ditunda lagi, lalu akhirnya benar-benar tidak datang busnya?

Salah seorang mulai menelepon Flixbus untuk minta kejelasan. Awalnya sulit sekali menembus, tapi akhirnya ada petugas yang menjawab. Sayangnya, jawaban petugas itu ga memuaskan. Dia hanya bilang sementara itu masih sesuai jadwal terbaru.

Tidak beberapa lama, teman seperjalanan yang punya nomor AS ikut menghubungi Flixbus, disertai pesan dari yang lain supaya menanyakan apa alternatif kami jika bus tidak datang. Ketika itu suasana riuh. Semua merasa kesal. Dua teman seperjalanan gue bergantian ‘meneror’ call center Flixbus.

Gue menyaksikan aja. Di antara kami bertiga, mungkin gue yang paling sedikit merasa kesal. Malah cenderung merasa lega. Kok gitu? Soalnya gue ga sedang ngetrip sendirian, ada teman, dua pula 😆

Keduanya adalah avid traveler atau udah pro lah soal backpacking. Bukan turis cengeng yang bingungan. Jadi, gue ga perlu banyak berpikir dan beraksi. Mereka berdua yang lebih banyak melakukannya. Gue? Sempat sibuk nahan kentut sih tapi ga berhasil 🤭

Akhirnya, sekitar pukul setengah satu, pihak Flixbus resmi menyatakan keberangkatan dibatalkan. Sambil melontarkan kata-kata yang penuh kekesalan, setidaknya dari dua teman gue, kami kembali ke hostel. Sebelumnya, salah satu teman sudah menelepon untuk menanyakan apa masih ada kamar kosong. Ada satu, twin bed. Apa boleh buat, harus bisa untuk bertiga, daripada harus cari2 lagi.

Pembatalan keberangkatan bus ini membuat rencana kami di Las Vegas berantakan. Tidak ada lagi waktu untuk menjelajah Vegas. Apalagi, salah satu teman mesti kembali ke Chicago keesokan siangnya. Artinya, kami harus berangkat ke Vegas paling lambat pagi itu.

Di kamar hostel, setelah mempertimbangkan opsi untuk menuju ke Las Vegas, kami memutuskan membeli tiket bus Greyhound yang berangkat pukul 6 pagi. Harga tiket lima kali lipat harga tiket Flixbus yang hangus.

Teman gue sempat menelepon Flixbus lagi untuk meminta pertanggungjawaban. Petugas call center memberitahu bahwa kami bisa meminta refund biaya tiket tersebut ke Flixbus. Tapi, ongkos penginapan tidak turut diganti, kecuali bila tiket baru yang kami beli berasal dari Flixbus. Lumayan lah, coba kalau gue ngetrip sendirian, kayaknya udah males cari-cari info sampai sejauh itu.

Beberapa kali gue berbalas email dengan pihak Flixbus untuk memastikan transfer refund, mulai dari saat perjalanan menuju ke Vegas, sampai sudah kembali ke Jakarta. Yang menjawab ganti-ganti, ada Arbias, Arlinda, Albert, Ilirida, dan terakhir Leke.

Dana refund akhirnya sampai ke rekening kami masing-masing sekitar 3 pekan setelah kami pulang. Alhamdulillah ya…

Di email yang terakhir, gue mengucapkan terima kasih dan menyampaikan harapan Flixbus bisa menjadi perusahaan bus yang memberikan pelayanan terbaik. Email itu dibalas begini :

Dear Windy,

Thank you for contacting us.

We are thrilled to hear that you are pleased with our answer and we thank you for your understanding.

FlixBus’ goal is to provide you a convenient, affordable and easy to use bus service that will always give you the best offer and a safe and pleasant travel experience.

Travel is the only thing you buy that makes you richer.

Therefore, we would highly appreciate to welcome you aboard again on our green buses.

Best regards,

Leke from FlixBus

‘Travel is the only thing you buy that makes you richer.’
Kata-kata itu membuat gue tersenyum. Ternyata gue makin kaya 😊

****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s