Archive for the ‘Film’ Category

Batman v Superman

Posted: March 25, 2016 in Film

images-10

“She with you?”

“I thought she was with you.”

 

Ketika hendak nonton film ini, gue enggak punya harapan terlalu tinggi. Sudah biasa nonton film-film superhero yang..yaah full action, tapi herannya malah meninabobokan. Nonton Spiderman 3 sampai harus tiga kali nyetel baru bisa tamat. Tempo hari nonton Avengers: Age of Ultron juga mesti dua kali karena yang pertama ketiduran di tengah film. Transformers malah sudah enggak berminat nonton.

Nah, giliran Batman v Superman ini gue juga sempat ketiduran beberapa detik, di salah satu adegan kejar-kejaran Batman dengan penjahat. Begitu terbangun, kok udah ada Superman, sedang mengancam Batman…hehehe..

Buat yang merasakan hal yang sama, sabar saja nonton terus. Keadaan akan membaik dan berbalik cukup menegangkan. Film ini memang agak lambat di beberapa bagian. Sampai enggak bergairah nebak-nebak jalan ceritanya.

Pikiran malah agak ngelantur. Pas mandangin Henry Cavill dengan kostum S-nya, yang terbayang adalah membandingkan dengan sosok Christopher Reeve. Memang Chris Superman paling ganteng :p

Adegan yang paling menarik adalah ketika Wonder Woman muncul beraksi pertama kalinya dengan tameng. Paling keren lah pokoknya. Bisa dibilang film ini terselamatkan oleh Wonder Woman. Walaupun, tetep, buat gue kostumnya agak bikin risih. Mestinya dimodif dikit, enggak terlalu minim tapi tetep keliatan seksi. Bukan sekadar mengubah warna.

Gue bukan penggemar komik superhero. Begitu nonton film ini baru tahu kalau Wonder Woman bisa sesakti itu. Ketika ‘dewi Amazon’ ini beraksi, Batman berubah jadi superhero wannabe dengan kostum kegemukan.

Secara umum, film yang cukup menghibur.

 

Rating per 24 Maret 2016

IMDB 8.1

Rotten Tomatoes 79%

Rating pribadi 7.8

 

Pendekar Tongkat Emas (2014)

Posted: December 28, 2014 in Film

pendekar

“Meski ilmu silat kalian sangat unggul, siapkah kalian menahan diri untuk tidak menjadi pemenang?”

Waktu pertama kali melihat trailer Pendekar Tongkat Emas, gue memiliki pengharapan yang cukup tinggi terhadap film ini. Gaya bersilatnya–meski meniru film silat China–terlihat menjanjikan. Dan ternyata benar, adegan-adegan laganya keren, terutama karena tanpa efek-efek khusus seperti asap atau sinar-sinar yang seringkali malah bikin film silat kayak tembak-tembakan laser Star Wars. Visual latar belakangnya pun indah, terutama tempat pindahannya orang-orang kampung Elang. Penasaran itu Sumbanya di mana, bagus banget pemandangannya. Selain latar belakang alam, kostumnya juga keren. Walaupun, gue menyayangkan kostum dan tatanan rambut Biru (Reza Rahardian) yang terlalu mirip pesilat klasik China.

Hanya itu bagusnya film ini, sisi visual. Aktingnya payah, ga mampu membangkitkan emosi penonton. Atau, emosi gue lah paling tidak. Semestinya ada beberapa adegan yang bisa bikin tenggorokan tercekat hingga mata basah. Apa yang menimpa Cempaka (Christine Hakim) dan Angin (Aria Kusumah) itu tragis. Tapi hampir ga ada rasa yang terbangkitkan. Elang (Nicholas Saputra) sebagai pendekar yang cool dan berilmu silat tinggi terlihat kurang mengesankan. Kisah-kisah cinta yang muncul juga nyaris tanpa rasa, ga bikin tersipu, tersenyum, gemas, atau iri hati.

Reza sebenarnya cukup mampu memainkan karakter licik dan keji. Tapi sayang, ga banyak kesempatan bagi dia untuk menunjukkan.

<SPOILER ALERT>

Mestinya, penyerbuan kampung yang ditinggali Dara (Eva Celia) dan Angin dipimpin oleh Biru bersama Gerhana (Tara Basro). Di situ karakter Biru dan Gerhana bisa lebih terbangun.

Dari sisi cerita memang sederhana dan mudah ditebak. Tetapi sebenarnya cukup menarik. Hanya saja, kedahsyatan jurus tongkat emas melingkar bumi, ilmu silat paling unggul di dunia persilatan, ga begitu terlihat. Kalau gue yang jadi sutradara–caila–ketika Elang dan Dara menyerbu Perguruan Tongkat Emas, bisa digambarkan dengan begitu mudahnya mereka menyingkirkan murid-murid perguruan itu. Misalnya sekali kibas tongkat, tanpa banyak bergerak, semua yang menghadang jatuh bergulingan.

<ENDING SPOILER>

Meskipun kurang greget, gue masih berharap Mira Lesmana dkk ga kapok bikin film silat dan tetap mau menggarap sekuel Pendekar Tongkat Emas.  Insya Allah akan gue tonton lagi di bioskop.

Rating pribadi  7.0

Interstellar (2014)

Posted: December 22, 2014 in Film

Interstellar

“Daddy, I need to know… Did you leave me here to die?”

FILM ini bisa jadi merupakan film terbaik yang gue tonton tahun ini. Untuk film berdurasi hampir tiga jam, Interstellar cukup mampu menjaga ‘beat’ sehingga ga bikin gue bosan atau sempat bosan. Dramanya oke, bahkan membuat gue meneteskan air mata di bagian menjelang adegan terakhir. Visualisasinya juga apik dengan adegan aksi yang bikin deg-degan, terutama saat berada di planet air. Acting para aktor/aktrisnya juga sip. Padahal, gue biasanya kurang suka acting Matthew McConaughey. Tapi kali ini, dia pas banget memerankan karakter ayah dengan intelektualitas tinggi yang tidak pernah mengabaikan keahlian maupun mimpinya, sekaligus sayang anak.

Sebagai fiksi ilmiah, Interstellar sangat memuaskan. My kind of movie 😀 Mengingatkan pada salah satu episode Star Trek Voyager fave gue. Judulnya Blink of An Eye. Yang perlu dicamkan, kalau menyaksikan film-film model ini, ga usah terlalu terpaku pada selaras atau tidaknya dengan hukum fisika. It’s relative, anyway, IMO.  Cuma satu yang menurut gue agak kurang sreg. Ada adegan yang terlalu ngawang-ngawang, yaitu cerita di balik lemari. Khusus untuk itu, lebih mirip fantasi ketimbang ilmiah.

Rating per 21 Desember 2014

IMDB 8.9/10

Rotten Tomatoes 73%

Rating pribadi 8.5

Memento (2000)

Posted: October 27, 2013 in Film

Ndy

‘Remember Sammy Jankis’

MEMENTO adalah film paling brilian yang pernah gue tonton. Dengan cara penceritaan yang ga lazim, memakai dua alur, yakni dari belakang ke depan (masa paling kini hingga ke masa sebelumnya) sebagai cerita utama dan alur normal dari depan ke belakang sebagai sisipan.

Hebatnya, film ini mampu menjaga rasa penasaran pemirsa (termasuk gue) dari awal sampai akhir tanpa mau melewatkan satu pun adegan. Setiap adegan bisa berarti petunjuk. Sama sekali ga bikin bosan. Malah kalau bisa jangan sampai berkedip supaya ga ketinggalan.

Di akhir cerita, meski teka-teki akhirnya terbongkar, masih ada pertanyaan ‘apakah benar semua yang dikatakan Teddy?’ Malah mungkin bisa terjadi perbedaan interpretasi antarpenonton. Gue sendiri sempat berdebat dengan teman tentang ‘kisah’ Leonard yang sebenarnya. Tapi, apa pun itu, kami tetap sependapat bahwa film ini BAGUS BANGET!

Rating per 17 Maret 2013

IMDB  8.6/10

Rotten tomatoes 92% (critics) & 93% (users)

Rating pribadi 9.0/10

 

Argo (2012)

Posted: October 27, 2013 in Film

Ndy

‘Argo fuck yourself!’

Film ini ga terlalu istimewa. Jelas sekali Argo bisa memenangkan Piala Oskar untuk kategori film terbaik karena bercerita tentang ‘keperkasaan’ Amerika Serikat. Dibandingkan dengan Italian Job masih jauh kalah seru, sebagai film yang sama-sama menggambarkan misi yang hampir mustahil. Misi penyelamatan? masih lebih oke Saving Private Ryan. Soal fair-fair-an, lebih mantap Green Zone.

Nilai plus-nya adalah cerita ini berdasarkan kisah nyata. Bila kisahnya ga banyak dimodifikasi, memang keren banget. Ide cover up story-nya juga unik. Tapi gue ga yakin soal itu. Pasti banyak modifikasi sana-sini sehingga kelihatan lebih heroik dan cerdik di pihak AS-nya.

Rating per 15 Maret 2013

IMDB  8.0/10

Rotten tomatoes 96% (critics), 93% (users)

Rating pribadi  6.8/10