Archive for the ‘Mimpi’ Category

Tentang Kereta dan Negeri Asing

Posted: April 3, 2015 in Mimpi

Tadi malam mimpi menemui teman yang sedang tinggal di suatu tempat di Jerman. Kami janjian ketemu di kereta, ada barang titipan yang hendak gue berikan ke dia.

Pas ketemu, keretanya lumayan penuh, gue dan teman ga kebagian  tempat duduk. Kami bercakap-cakap sambil berdiri.

Kemudian tampak empat anak muda (berasanya gue udah tua) yang di-‘temani’ polisi setempat. Mereka turun di stasiun terdekat.

Teman gue berkata setengah berbisik, “Itu mahasiswa dari Gunung Menoreh. Ga bayar tiket.”  Lalu percakapan berlanjut tentang keheranan kami mengapa orang ga malu naik kereta ga bayar tiket.

Karena barang sudah tersampaikan, gue turun di suatu stasiun. Teman gue melanjutkan perjalanan. Gue ga tahu itu stasiun apa. Ada nama stasiunnya tapi susah dibaca, kayak bahasa Rusia.

Hari mulai gelap, hujan rintik-rintik dan agak dingin. Sepertinya itu memasuki musim gugur. Gue hendak kembali ke stasiun tempat gue naik tadi. Tapi ga ingat nama stasiunnya. Mau menelepon atau sms temen gue tadi, untuk menanyakan ke dia, gue ga punya nomornya.

Lalu gue ke sebuah warung…mana ada warung di Jerman selain di mimpi? :p Yang punya imigran China.  Anak-anaknya ga bisa berbahasa Inggris. Gue tanya ke bapaknya, “What is the nearest big city from here?”

Dia mengucapkan nama yang lagi-lagi aneh. Gue minta dia menuliskan nama kota itu di secarik kertas.

Lalu berbekal nama kota itu, gue akhirnya naik kereta. Adegan beralih. Gue sudah di rumah, menceritakan kisah trip itu ke bapak. Setelah itu gue terbangun.

Longing for Trans Siberia, heh?

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements

Jurnal Mimpi

Posted: August 12, 2014 in Mimpi

TIAP orang pasti bermimpi. Kabarnya, justru dengan bermimpi itu kita benar-benar tidur, beristirahat. Ga jarang setelah terbangun gue masih ingat mimpi gue. Beberapa memiliki ‘cerita’ seperti layaknya film fiksi fantasi. Ada yang berkisah tentang gue yang sedang mengendarai mobil, kebablasan nyemplung sungai berair deras dan berwarna coklat. Ternyata, airnya dangkal. Gue bisa mengendarai mobil gue keluar dari sungai. Caranya? Kaki-kaki gue keluar dari bawah mobil, trus jalan deh. Kayak Flinstone itu lho…

Pernah juga gue mimpi sedang mendaki gunung, dari arah puncak asap membumbung. Gunung itu meletus, semua orang bergegas turun. Tapi gue masih sempat-sempatnya foto-foto dulu. Adegan berganti dengan gue menaiki gerbong kereta yang berjalan melalui lahar. Bukan turun, tapi naik lagi ke puncak gunung.

Mimpi tentang gunung itu terjadi ga begitu lama setelah gue mendaki Rinjani (simak di sini) bersama empat orang teman. Lalu, ada yang berkali-kali mengajak naik gunung lagi. Jadinya mimpinya begitu deh..

Kalau mimpi seram pernah ga, Win? Serem sih enggak. Palingan mimpi zombie. Ceritanya, gue lagi nonton pertandingan sepak bola di stadion. Tapi pemain-pemain bolanya kesulitan mendekati gawang karena penuh orang. Setelah dilihat seksama, orang-orang itu tampak lusuh, pucat, layaknya zombie. Gue yang nonton berteriak, (kurang lebih) “Hei, pada minggir doong! Itu orang main bola ga bisa ngegolin.”

Pas gue mimpi itu, ajang Piala Dunia 2o14 Brasil masih berlangsung, ditambah pelaksanaan pilpres. ‘Karakter’ zombie cukup sering muncul di mimpi gue. Mungkin karena keseringan nonton film sejenis The Walking Dead :p

Tadi malam, gue mimpi sedang di suatu tempat transit berlibur bersama teman-teman. Tempatnya semacam Taman Mini Indonesia Indah (TMII), karena kami sempat mencari di mana letak (replikas) Jam Gadang. Seorang ibu menunjukkan tempatnya, “Masuk jalan itu, dua menit sampe,” ujarnya.

Kami memasuki jalan itu, ketemu seorang gadis kecil yang meminta-minta. Gue kasih 2 sen (bingung kan knapa gue punya duit 2 sen?). Sampailah kami di Jam Gadang itu. Di depan menara ada kolam panjang bak kolam renang. Tempatnya bagus, kayak di taman-taman. Begitu sampai di sana, gue baru sadar ga bawa kamera.  Trus bilang ke teman-teman mau ambil kamera dulu. Gue ambil jalan memutar.

Kemudian, adegan bergeser. Masih di sekitar tempat serupa TMII itu. Gue sedang bersama bapak dan ibu. Mereka hendak pulang. Ketika itu pukul 11. Pesawat mereka berangkat pukul 17 lewat. Ada waktu cukup lama menunggu keberangkatan. Sedangkan gue bersama teman-teman hendak bertolak ke Sumatra Barat. Gue pamit.

Lalu ke penginapan, menemui teman-teman. Kami sedang diburu waktu. Mestinya jam 11 tepat kami berangkat. Tapi itu sudah lewat jam 11. Cepat-cepat kami meninggalkan penginapan, mau naik bus. Tapi gue teringat bapak dan ibu. Mereka menunggu lama, knapa ga gue kasih kunci penginapan aja ke mereka. Supaya bisa istirahat sebentar, daripada nunggu di tempat yang seperti kantin. Lagipula, di gue masih ada makanan yang tidak sempat kami makan. Siapa tahu bapak dan ibu lapar.

Gue meminta teman-teman naik bus duluan. Mereka bingung, takut gue ga bisa mengejar. Lalu gue bilang, (kurang lebih), ” Tenang, kayak di Berlin dulu, gue naik kereta misah tapi tetep ga terlambat kan?” sambil tersenyum lebar. Salah seorang teman mengatakan, “Bener ya, jangan sampai ga nyusul.”

Kembali ke tempat bapak dan ibu menunggu. Ibu tertidur di pojokan yang sempit. Bapak juga tidur di dekatnya. Mereka terbangun. Gue mengeluarkan makanan yang langsung dilahap ibu. Bapak mengatakan sesuatu yang gue lupa. Kunci penginapan gue serahkan ke bapak. “Istirahat di kamar itu aja, Pak. Kamarnya di sebelah sana, nyeberang. Rumah kedua di sebelah kanan,” kata gue. Mereka tampak lelah.

Gue bangun dari tidur…

****

 

 

 

Invasi Manusia Perenang

Posted: February 23, 2014 in Mimpi, Trekkie

Gue menemukan diri gue sedang menengadah ke langit. Di awan terlihat bayangan samar-samar kapal antariksa yang bentuknya mirip banget USS Voyager. Orang di kapal tersebut menyampaikan pesan bahwa mereka berasal dari tahun 2077.

Penampakan USS Voyager dari bawah. Sumber : http://en.memory-alpha.org/wiki/File:USS_Voyager,_ventral_view.jpg

Penampakan USS Voyager dari bawah. Sumber : http://en.memory-alpha.org/wiki/File:USS_Voyager,_ventral_view.jpg

Tujuannya hendak membantu manusia era sekarang meraih peradaban lebih maju. Salah satunya dengan menularkan kemampuan bergerak di udara tanpa alat bantu. Bukan dengan terbang, tapi dengan berenang. Iya, berenang di udara.

Entah kenapa, itu terdengar mengerikan. Gue bersama sekelompok orang terbirit-birit melarikan diri dengan mobil sejauh-jauhnya dari lokasi kapal tersebut terlihat. Kami ga mau jadi manusia perenang di udara.

Di mobil sambil ketakutan gue juga mikir kenapa gue takut. Kan enak bisa berenang di udara. Tetap aja ga ngaruh, ada dorongan yang sangat besar untuk menghindari manusia-manusia masa depan itu.

Sampai terbangun pun gue masih menyesal kenapa ga mau bisa berenang di udara? Yang lebih membingungkan lagi, kenapa gue mimpi soal kapal antariksa dari masa depan, padahal yang gue tonton sebelum tidur adalah rerun Sherlock. Bukan habis nonton Star Trek.

Sebuah misteri ga penting yang sampai sekarang bikin gue geli pingin ketawa…

Eh, tapi setelah diingat-ingat lagi, malam itu penutupnya nonton Doctor Who pas episode tentang serangan mannequin. Berarti masih ada hubungannya dikit-dikit 😀

 

****