Archive for the ‘Petunjuk Jalan’ Category

5 Agustus 2014

Deretan penginapan tenda permanen atas air, Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Deretan penginapan tenda permanen atas air, Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Catatan: Tidak diperkenankan membawa kamera digital maupun SLR. Hanya boleh kamera yang melekat di ponsel. Kecuali, membayar untuk mendapat ‘fasilitas foto’.
Transportasi

Angkutan umum :

– Transjakarta Koridor 1, turun di Kota (Rp3.500). Tetap di tempat turun, jangan keluar halte. Ada dua alternatif angkutan berikutnya. Alt 1, naik BKTB (Bus Kota Terintegrasi Busway–Rp6.000) jurusan Pantai Indah Kapuk, turun di Yayasan Buddha Tzu Chi, hampir di akhir pemberhentian BKTB di PIK. Armada BKTB masih amat sedikit, jika menunggu terlalu lama, ambil alt 2.

Alt 2, naik Transjakarta jurusan Pluit, turun di Penjaringan. Keluar dari halte, menyeberang ke arah kanan. Dari situ naik angkot merah B01 jurusan Grogol-Muara Angke, arah Muara Karang. Turun di depan Pizza Hut Muara Karang (kiri jalan). Pizza Hut ya, bukan PHD. Ongkos Rp3.500. 

Hasil kunjungan ulang, 12 Juli 2017, Pizza Hut-nya sudah ganti McDonald.

Menyeberang ke arah kiri, sambung naik angkot U11 yang banyak ngetem di depan Pizza Hut. Ketemu RS PIK di kanan jalan, masih terus. Turun di Yayasan Buddha Tzu Chi. Ongkos Rp4.000

Mobil:

– Dari arah tol Bandara Soekarno-Hatta keluar tol arah Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk arah Waterboom, Golf dan garden House. Ikuti petunjuk TWA.

– Dari Pluit keluar Muara Karang masuk Pantai Indah Kapuk, terus melewati Rumah Sakit  PIK, Waterboom, Golf dan Garden House. Ikuti petunjuk TWA.

TWA Angke Kapuk terletak di belakang kompleks gedung Yayasan Buddha Tzu Chi. Ada petunjuk jalan ke arah sana.

Tiket & Wahana

Tiket masuk : Rp25 ribu per orang dewasa; Rp10 ribu per anak. Parkir motor Rp5.000/unit; mobil Rp10 ribu; bus Rp50 ribu.

Wisata air : Perahu mesin Rp250 ribu/6 orang (Rp350 ribu, kunjungan 12 Juli 2017), Rp350 ribu/8 orang (Rp450 ribu, kunjungan 12 Juli 2017). Kano dan perahu dayung Rp100 ribu/45 menit.

Paket penanaman dan konservasi : penanaman mangrove Rp150 ribu/orang; penanaman mangrove nostalgia (termasuk papan nama) Rp500 ribu/orang.

Perahu mesin TWA berkapasitas 8 orang.

Perahu mesin TWA berkapasitas 8 orang.

Perahu mesin TWA berkapasitas 8 orang.

Perahu kayu dan kano TWA

Menikmati perairan mangrove dengan menggunakan perahu mesin cukup recommended. Durasi sekitar 30 menit, akan ditunjukkan biawak-biawak sebesar anak buaya. Kalau cukup kuat mendayung boleh juga mencoba perahu dayung (kapasitas 4 orang) atau kano (kapasitas 2 orang).

Ladang tanam mangrove.

Ladang tanam mangrove.

Pemandangan TWA

Salah satu jembatan menyusuri perairan mangrove TWA.

Salah satu jembatan menyusuri perairan mangrove TWA.

Fasilitas Foto

Foto pre-wedding, foto model, atau foto pribadi Rp1 juta : maks untuk 7 orang kru, diberi satu unit tenda permanen untuk ruang ganti.

Penginapan

Tenda permanen : Rp300 ribu/malam/2 orang (tanpa AC, diberi sarapan, kamar mandi di luar); Rp450 ribu di atas air (non-AC), Rp600 ribu di atas air (AC).

Villa mulai dari 1,3 juta/malam (2 kamar tidur) sampai dengan Rp6 juta per malam (10 kamar).

KEKURANGAN :

– Tidak ada sewa sepeda. Di banyak bagian lebih asyik disusuri dengan sepeda.

– Restoran sepertinya hanya buka ketika akhir pekan. Di hari biasa hanya buka ‘Warung Indomie’, jadi susah kalau kelaparan.

# Sayang ga ada taman seluas dan seasri  ini yang bisa diakses secara gratis di Jakarta. Padahal, kota-kota modern di dunia umumnya memiliki taman seluas minimal tiga lapangan bola, beserta ‘pernak-pernik’ seperti danau buatan, bangku-bangku taman, dan area bermain anak. Semua bisa diakses tanpa harus membayar tiket masuk #

Mau yang lebih murah? Simak  Kawasan Ekowisata Mangrove.

 

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Advertisements
Curug Luhur, Cikaso, Surade, Sukabumi.

Curug Luhur, Desa Cikaso, Kecamatan Surade, Sukabumi.

7-8 Maret 2014 (Solo travelling)

Destinasi : Pantai Ujung Genteng, Pantai Pangumbahan, dan Curug Cikaso

Transportasi (Berangkat)

Berangkat pukul 05.00 dari rumah, ngangkot sekitar 50 menit ke Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Sekitar pukul 06.10 kereta ke Bogor tiba, lanjut sampai Bogor pukul 07. Tiket Rp3.000 + jaminan Rp5.000 (belum nukerin kartunya). Kereta dari Bogor ke Sukabumi tidak berangkat di stasiun yang sama dengan commuter line, tetapi di Stasiun Paledang. Mesti keluar stasiun dulu, ke kanan. Nyeberang ke arah belakang KFC. Lokasinya sekitar 100 meter dari di belakang KFC.

Keberangkatan Kereta Pangrango (Bogor-Sukabumi-Cianjur) paling pagi pukul 07.55. Selanjutnya pukul 12.30, 12.55, dan 18.30. Waktu tempuh 2 jam 4 menit atau 2 jam 20 menit. Harga tiket ekonomi AC Rp20 ribu, eksekutif Rp50 ribu.

Interior kelas ekonomi KA Progo. Setipe dengan kelas ekonomi Pangrango. Kursi sebelah sana berkapasitas 6 orang. Sisi sebalah sini, empat orang. Tapi kalau ga penuh, bisa buat tiduran juga.

Interior kelas ekonomi KA Progo. Setipe dengan kelas ekonomi Pangrango. Kursi sebelah sana berkapasitas 6 orang. Sisi sebelah sini, empat orang. Tapi kalau ga penuh, bisa buat tiduran juga.

09.59 tiba di Stasiun Sukabumi. Tepat waktu. Keluar stasiun belok kiri, terus menyusuri pasar. Sekitar 80 meter ketemu persimpangan, belok kiri, terus sampai ketemu angkot kuning jurusan terminal Lembursitu. Ongkos Rp6.000. Lama perjalanan sekitar 20 menit.

Kemudian naik Elf (bilangnya elep) jurusan Surade. Ongkos Rp28 ribu-Rp30 ribu. Ini yang kurang jelas. Gue bayar Rp50 ribu, dikembaliin Rp22 ribu. Tapi penumpang sebelah bayar dengan pecahan yang sama, dikembaliin Rp20 ribu. Lama perjalanan 3-4 jam tergantung situasi jalan.

Sekitar pukul 14.10 tiba di pertigaan Surade (Bundaran Surade). Tempat angkot-angkot merah jurusan Ujung Genteng ngetem. tanda-tandanya biasanya tukang-tukang ojek nyerbu Elf, menawarkan jasa. Naik angkot ke Ujung Genteng ongkos Rp10 ribu. Perjalanan sekitar 40 menit. Bayar Rp20 ribu ga tega minta kembalian karena penumpangnya cuma 3 orang.

Pemberhentian terakhir angkot di tempat pelelangan ikan (TPI) Ujung Genteng. Dari arah TPI jalan ke arah datangnya angkot dari Surade, sampai ketemu pertigaan. Ke kanan balik arah Surade, lurus ke area Kelapa Condong. Jam operasi angkot mulai sekitar pukul 05 pagi dan terakhir menjelang magrib.

Penginapan & Makan

Penginapan banyak di kawasan Kelapa Condong, bukan dekat TPI. Jadi dari pemberhentian terakhir jalan ke arah sebaliknya, sampai ketemu pertigaan. Lurus aja, sekitar 100 meter sudah mulai ketemu penginapan-penginapan. Tarif sewa penginapan mulai dari Rp100 ribu sampai dengan Rp1 juta. Bisa berupa kamar saja atau rumah dengan dua kamar.

Pemesanan kamar bisa minta tolong Kang Samsidin 085861411336. Dia sendiri punya penginapan, tiga buah kamar dengan fasilitas minimalis. Satu kamar tarif sewa per malamnya Rp100 ribu. Tapi di hari libur dia kerap menaikkan tarif sewa menjadi Rp200rb-Rp300rb.

Kamar penginapan milik Samsidin. Fasilitas kipas angin, tempat tidur double-queen size, kamar mandi kecil di dalam dengan kloset jongkok. Bak pakai ember.

Kamar penginapan milik Samsidin. Fasilitas kipas angin, tempat tidur double-queen size, kamar mandi kecil di dalam dengan kloset jongkok. Bak pakai ember.

Warung-warung makan banyak beterbaran di Ujung Genteng, terutama dekat TPI. Ada pula warung Indomie yang buka 24 jam. Indomie + segelas air mineral Rp8.000. Bubur ayam Rp7.000.

Tempat Wisata

Pantai Ujung Genteng cukup aman untuk berenang karena airnya tenang. Tapi tidak memiliki spot-spot untuk snorkeling.
Selain menikmati pantai, jangan lupa ke tempat konservasi penyu di Pantai Pangumbahan. jaraknya sekitar 5 km dari Pantai Ujung Genteng/Kelapa Condong. Kalau jalan kaki ya gempor. Sebaiknya menggunakan jasa ojek dengan tarif Rp70 ribu pp. Ditunggu.
Pantai Ujung Genteng
Pantai Ujung Genteng
Di Pantai Pangumbahan hampir setiap hari petugas konservasi melepas tukik alias anak penyu yang baru saja menetas. Waktu pelepasannya dalam rentang pukul 17.00-18.00. Tiket masuk Rp10 ribu. Bila ingin menyaksikan penyu bertelur yang hanya terjadi di malam hari, bayar Rp150 ribu. Waktu ke sana, sudah tiga hari ga ditemukan penyu yang bertelur, karena ombak tinggi.
Tempat khusus untuk menetaskan telur-telur penyu.
Tempat khusus untuk menetaskan telur-telur penyu.
Tukik-tukik yang siap dilepas ke laut.
Tukik-tukik yang siap dilepas ke laut.
Tukik- tukik berlomba mencapai laut. Semoga selamat semua.
Tukik- tukik berlomba mencapai laut. Semoga selamat semua.
Pantai Pangumbahan ombaknya besar, tidak bisa untuk berenang. Para turis asing biasanya berkunjung ke Pantai Cibuaya yang terletak di antara Pantai Ujung Genteng dan Pantai Pangumbahan. Ombak Pantai Cibuaya cocok untuk berselancar.
Ada satu lagi pantai pasir putih yang menurut tukang ojek bagus banget…pake banget. Namanya Pantai Cipanarikan, sekitar 1 km dari Pantai Pangumbahan. Sebelum ke Pangumbahan mampir ke situ dulu. 
**

Curug Cikaso

Mengunjungi Ujung Genteng kurang lengkap bila tidak sekalian ke Curug Cikaso. Bahkan, menurut gue, justru Curug Cikaso yang wajib dikunjungi. Sayang, di Cikaso ga ada penginapan, sehingga menyulitkan bila pengunjung datang dari Jakarta, Bandung, atau yang lebih jauh lagi. Akhirnya, mau ga mau perlu juga menginap di Ujung Genteng.

Curug Cikaso terletak di Surade, sekitar  15-20 menit menit berkendara dari pertigaan Surade (Bundaran Surade). Dari Ujung Genteng berangkat sepagi mungkin. Angkot sudah ada sejak pukul 5 pagi. Gue berangkat agak siang, hampir pukul 8. Sampai di pertigaan Surade pilihannya carter angkot atau naik ojek, karena ga ada angkot yang sampai dekat lokasi curug.

Carter angkot Rp100 ribu. Ojek seharusnya sedikit lebih murah. Karena malas berpindah, gue mencarter angkot yang gue tumpangi dari Ujung Genteng. Ongkos carter Rp100 ribu sudah termasuk ongkos dari Ujung Genteng-Surade dan bayar parkir. Pak Teteng 085860115187, si sopir angkot, mengatakan angkotnya bisa juga dicarter untuk satu hari full. Diantar ke Curug Cikaso, Curug Cingangsa, Pantai Ujung Genteng, Pantai Cipanarikan, dan Pantai Pangunbahan.  Tarifnya Rp350 ribu.

Di lokasi Curug Cikaso, mobil dikenai biaya parkir Rp30 ribu (bukan Rp10 ribu) + tiket masuk Rp3.000 per orang.   Motor berapa ya, lupa nanya :p Angkot tidak terkecuali. Kemudian, si pemilik warung di tempat parkiran menyarankan supaya gue mengaku naik ojek saja. Gue perlu pemandu, sekalian untuk membantu mengambilkan foto. Semula si sopir angkot yang akan mengantarkan. Tapi dia sudah dikenal sebagai sopir angkot. Jadi kalau bersama dia, gue pasti dimintai ongk0s parkir mobil.

Beruntung ada Pak Adun yang bersedia mengantar. Dia menyarankan jalan kaki saja. “Pakai perahu mahal, neng. Rp60 ribu satu perahu.” Pak Adun kasihan karena gue datang sendirian. Terlalu berat biayanya. Gue setuju banget :p Kami jalan melintasi persawahan. Sekitar 10 menit kemudian tiba di kawasan curug. Sebelum masuk, dimintai ongkos kebersihan Rp2.000.

Persawahan yang dilintasi dalam perjalanan menuju Curug Cikaso.

Persawahan yang dilintasi dalam perjalanan menuju Curug Cikaso.

Curug Cikaso ada dua air terjun, yakni Curug Luhur dan Curug Kahuripan. Saat air tidak pada puncak kederasan, Curug Luhur terlihat seperti dua air terjun. Waktu paling tepat mengunjungi Curug Cikaso adalah di penghujung musim hujan, memasuki musim kemarau. Air tidak begitu deras sehingga lebih aman mendekat dengan kamera yang tidak tahan air. Datanglah di pagi hari, ketika cahaya matahari menyorot langsung ke arah air terjun. Bila ingin memesan makan siang untuk rombongan bisa juga ke Ibu Mimi 085722814581. Warungnya pas di parkiran curug.

Curug Kahuripan, desa Cikaso, Kecamatan Surade, Kab Sukabumi. Curug ini bersebelahan dengan Curug Luhur.

Curug Kahuripan, Desa Cikaso, Kecamatan Surade, Kab Sukabumi. Curug ini bersebelahan dengan Curug Luhur. Keduanya aman untuk mandi-mandi.

Pukul 10.30, gue bergerak ke luar kawasan Curug Cikaso dan bertemu rombongan wisatawan. Beruntung, gue datang saat curug masih sepi. Hanya gue satu-satunya pengunjung.

Transportasi (Pulang)

Tiba di pertigaan Surade sekitar pukul 10.45. Beli mie ayam dulu (Rp7.000), sambil nunggu Elf siap berangkat. Pukul 11, Elf bertolak menuju Kota Sukabumi. Kali ini ongkos Rp30 ribu. Perjalanan pulang lebih lambat. Pukul 15.00 baru tiba di Terminal Lembursitu. Jelas ga kekejar kalau mau pulang naik KA, karena KA terakhir dari Sukabumi berangkat pukul 15.01. Naik angkot kuning lagi, ke Terminal Degung Rp6.000. Terminal Degung dan Stasiun Sukabumi masih satu area.

Dari Degung naik bus AC jurusan Lebak Bulus, via tol Jagorawi. Ongkos Rp24 ribu. Bus berangkat sekitar pukul 16.30 dan tiba di Lebak Bulus pukul 21.00! Luar binasa…

Pengeluaran

Angkot dari rumah sampai Tanjung Barat, total Rp12 ribu.

KA Commuter Line Tanjung Barat-Bogor Rp3.000 + Rp5.000 (jaminan)

KA Pangrango Bogor-Sukabumi kelas ekonomi AC Rp20 ribu

Angkot kuning ke Terminal Lembursitu, baliknya ke Terminal Degung Rp6.000 x 2 = Rp12 ribu

Elf Lembursitu-Surade Rp28 ribu + Rp30 ribu = Rp58 ribu

Angkot merah Surade-Ujung Genteng Rp20 ribu (harusnya Rp10 ribu, tapi ga tega mau minta kembalian)

Ojek Ujung Genteng-Pantai Pangumbahan pp Rp70 ribu

Tiket koservasi penyu Rp10 ribu

Penginapan Rp100 ribu

Carter angkot ke Cikaso Rp100 ribu

Jasa panduan Pak Adun di Cikaso Rp20 ribu

Tiket masuk Cikaso + kebersihan Rp5.000

Makan selama trip total sekitar Rp40 ribu

Bus Sukabumi-Lebak Bulus Rp24 ribu

Angkutan sampai rumah Rp11 ribu.

———————————————————————————————————————————-

Rp510 ribu

Perjalanan Kedua 16-17 Maret 2014

Peserta : 5 orang (4 anak-anak SD & SMP)

Dari Terminal Baranangsiang Bogor naik bus MGI jurusan Surade. Busnya berada di deretan belakang bus-bus jurusan Pelabuhan Ratu. Ongkos @40 ribu.

Charter angkot dari bundaran Surade + besoknya dijemput dan diantar ke Curug Cikaso dan kembali lagi ke bundaran Surade untuk naik Elf. Ongkos sewa Rp300 ribu.

Menginap di Pondok Saluyu, Pantai Cibuaya. CP : Husen 087820604421. Ada beberapa kamar, plus rumah dua kamar.  Pas di pinggir pantai. Di depan ada warung, bisa pesan ikan bakar.

Salah satu kamar di Pondok Saluyu. Tarif Rp250 ribu per malam (low season). Kamar mandi di dalam, kloset jongkok, bak ember. Ada tv, kompor dan tempat cuci piring.

Salah satu kamar di Pondok Saluyu. Tarif Rp250 ribu per malam (low season). Kamar mandi di dalam, kloset jongkok, bak ember. Ada tv, kompor dan tempat cuci piring.

Pesan ikan bakar ini plus nasi, sambal kecap Rp120 ribu. Kenyang buat berlima.

Pesan ikan bakar ini plus nasi, sambal kecap Rp120 ribu. Kenyang buat berlima.

Bawa duit Rp2,3 juta masih ada sisa Rp450 ribu. Jadi, perjalanan ini total menghabiskan sekitar:

Rp1.850.000

PS: Baca juga Mr Sam & 4 Jam Bersama Om Ring-Ring

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Rinjani

Posted: November 11, 2013 in Petunjuk Jalan
Memandangi Gunung Rinjani dari jalur mendaki dari Segara Anak ke Plawangan Senaru.

Memandangi Gunung Rinjani dari jalur mendaki dari Segara Anak ke Plawangan Senaru.

31 Oktober-3 November 2013 (Peserta 5 orang)

Catatan perjalanan selengkapnya simak di Pelangi di Kaki Bukit

Destinasi : Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) + Puncak 3.726 mdpl–4 hari 3 malam di gunung

Rute : Desa Senaru-Desa Sembalun-Plawangan Sembalun (+Puncak)-Danau Segara Anak-Plawangan Senaru-Desa Senaru.

ATM

Di Pelabuhan Lembar dan Padang Bai sekilas tidak nampak ATM. Demikian pula di Desa Senaru dan Desa Sembalun. Di Bandara Ngurah Rai dan Bandara Lombok Praya baru ada cukup lengkap.

Transportasi

Jakarta-Denpasar pp Air Asia Rp480 ribu; beli pada masa promo Januari 2013.

Denpasar-Lombok Praya Lion Air Rp245 ribu. Booking bareng 4 orang teman; yang lainnya dapat Merpati Rp170 ribu. Dibagi rata jadi kena Rp190 ribu per orang. Sampai Praya pukul sekitar pukul 13.00 WITA. Nunggu teman-teman yang naik Merpati, tiba hampir pukul 15.00.

Lombok Praya-Desa Senaru, sewa mobil Rp550 ribu, naik APV AC nyala. Sopir : Pak Danu 081917223818. Baliknya dari Desa Senaru-Praya dia menawarkan Rp500 ribu.  Kontak sopir lain yang bisa dinego: Pak Ofick 081803644654. Tarif yang wajar Rp400 ribu-Rp500 ribu.

Mampir Mataram untuk belanja beberapa perlengkapan di Hypermart. Bertolak dari Mataram kurang lebih pukul 17.00. Tiba di Desa Senaru hampir pukul 21.00 WITA.

Bisa juga naik kendaraan umum. Ini ada link referensi yang cukup bagus, tapi masih tarif sebelum harga BBM naik–> http://lombok-sekarang.blogspot.com/

atau  http://groups.yahoo.com/neo/groups/Pendaki/conversations/topics/50663

Kembali ke Denpasar melalui Pelabuhan Lembar ke Padang Bai. Ini agak complicated, karena setelah turun gunung kami menginap semalam di Mataram, lanjut besoknya islands hoping ke Gili Nanggu dkk lalu menginap di Gili Trawangan. Taruhlah kita hitung langsung dari Senaru ke Lembar, lalu ke Padang Bai. Senaru ke Lembar sewa mobil Rp400 ribu (plus tips sopir Rp50 ribu). Lembar ke Padang Bai naik ferry Rp40 ribu/orang. Perjalanan sekitar 4-5 jam. Berangkat dari Pelabuhan Lembar pukul 22.00 WITA dan sampai di Padang Bai sekitar pukul 02.30 pagi.  Ferry berangkat tiap jam selama 24 jam sehari.

Dari Padang Bai ke Bandara Ngurah Rai dini hari ga ada alternatif selain sewa mobil. Angkot menuju Terminal Ubung baru beroperasi mulai pukul 5 pagi. Setelah itu nyambung bus.

Perlengkapan dan Logistik

Langsung kontak Mas Momon 081917024389 (Desa Senaru). Dia menyewakan tenda, sekaligus bisa menyediakan porter (tanpa tambahan biaya, tarif per porter Rp125 ribu/hari; per Desember 2013 menjadi Rp150/hari) + angkutan pick up dari Senaru ke Sembalun pp. Mas Momon juga bisa menghubungkan ke sopir untuk mengantar kembali ke Mataram, sewa Rp400 ribu dengan APV tanpa AC.

Dia menyewakan rumahnya untuk penginapan. Satu rumah dengan tiga kamar dihargai Rp200 ribu/malam. Kondisinya bagus. Dua kamar berisi tempat tidur twin bed, dan kamar yang satunya lagi berisi tempat tidur yang sedikit lebih kecil daripada double bed. Pas banget, kebetulan kami berlima; satu cowok, empat cewek.

Kami sewa dua malam. Satu malam sebelum berangkat dan satu malam sesampai kembali di Desa Senaru setelah turun gunung. Tas-tas dan barang yang tidak diperlukan dititipkan ke Mas Momon. Istrinya juga menerima jasa laundry. Pokoknya all in.

Salah satu kamar penginapan yang disewakan Mas Momon di Senaru. Seluruhnya ada tiga kamar.

Salah satu kamar penginapan yang disewakan Mas Momon di Senaru. Seluruhnya ada tiga kamar.

Ruang depan dan ruang tengahnya.

Ruang depan dan ruang tengahnya.

Berikut rincian sewa/harga barang dan jasa dari atau dengan perantara Mas Momon:

4 buah tenda (sudah termasuk satu tenda untuk 3 porter) @Rp50 ribu = Rp200 ribu

5 sleeping bag @Rp15 ribu = Rp75 ribu

1 kompor gas Rp50 ribu

Pick up Senaru-Sembalun pp Rp200 ribu

Kamar 2 malam @Rp200 ribu = Rp400 ribu

3 porter @Rp125 ribu per hari x 4 hari = Rp1,5 juta + Rp150 ribu (ini dibayarkan langsung ke porter plus tips Rp50 ribu per orang)

Makan di restoran keluarganya Mas Momon (lokasinya pas di seberang rumah yang dia sewakan) 2x makan malam (ayam goreng, sayur dan lalapan) + 2x sarapan (nasi goreng dan nasi campur); untuk berlima = Rp530 ribu.

Total Rp3,105 juta

Sarapan sebelum mendaki gunung.

Sarapan sebelum mendaki gunung.

Hidangan makan malam setelah mendaki, diantarkan ke penginapan.

Hidangan makan malam setelah mendaki, diantarkan ke penginapan.

—-

Logistik sebagian beli sendiri. Sebenarnya akan lebih praktis kalau semua bahan pangan yang mengadakan adalah porternya karena mereka yang akan memasak. Bisa aja minta dipesankan mas Momon supaya porternya belanja. Untuk lima orang peserta, 4 hari di gunung, sekitar Rp500 ribu cukuplah. Negosiasikan saja langsung. Tanyakan apa yang tidak tersedia di Senaru supaya bisa dibelikan dulu di Mataram.

Waktu itu sebagian kami beli sendiri termasuk gas untuk kompor. Belanja logistik di Hypermart Mataram (tambah rokok 12 bungkus) Rp487.823. Air minum beli 16 botol yang ukuran 1,5 liter dan 16 botol kemasan 500 ml. Saat mendaki tiap orang berbekal 2 botol 500 ml. Sisanya dititip ke porter.

Setelah diperiksa porter masih ada beberapa item yang perlu dibeli. Jadi, belanja lagi termasuk di pasar pertigaan menuju Sembalun, sekitar Rp100 ribu.

Bawaan Pribadi

-baju secukupnya dan seringkasnya, untuk 4 hari 3 malam. Kaos kalo ada yang lengan panjang semua aja. Termasuk baju untuk basah-basahan di sumber air panas juga. Pakai aja baju hari pertama untuk berendam/berenang.
-jaket, tahan air lebih bagus.  Bawa jas hujan
-obat-obatan pribadi
-kaos kaki plus cadangannya
-senter, kalo ada senter kepala, kalo ga ada yang biasa juga gpp
-masker, kacamata renang, dan sarung tangan. Untuk mendaki puncak.
-tas kresek untuk t4 sampah pribadi. Jangan meninggalkan sampah, bahkan tisu sekalipun. Bawa sekalian beberapa lembar koran yang sudah disobek jadi 4-8 bagian, untuk membungkus tisu bekas pakai.
-pakai sepatu trekking yang nyaman.
-handuk.
-tisu basah dan kering.
-decker, pelindung lutut.
-counterpain/salonpas gel, kalau bisa sekalian bawa spray penghilang rasa sakit.

Tips :

Saat muncak bawa air secukupnya dan makanan. Pakai kaos lapis 3 dan jaket.

Kegiatan

Catatan perjalanan khusus ‘muncak’ simak Tanjakan Neraka

3o Oktober hampir pukul 21 tiba di desa Senaru. Menginap semalam

31 Oktober sekitar 7.30 berangkat ke Desa Sembalun. Sampai di sana mampir Rinjani Trekking Center untuk mendaftarkan grup pendakian. Bayar tiket masuk TNGR. Start mendaki pukul 09.00 dan tiba di Pelawangan Sembalun sekitar 19.20.

Diangkut pick up dari Desa Senaru ke titik awal pendakian di Desa Sembalun.

Diangkut pick up dari Desa Senaru ke titik awal pendakian di Desa Sembalun.

1 November pukul 02.00 berangkat ke Puncak Rinjani. Tiba kembali di tenda pukul 14.00.  menginap lagi Plawangan Sembalun.

2 November pukul 08.00 berangkat ke Danau Segara Anak. Tiba pukul 13.oo. Berenang-renang dan berendam di kolam air panas dengan dua air terjun. Lokasinya sekitar 300 meter dari danau. Saat ketemu persimpangan menuju mata air, ambil ke kanan. bermalam di pinggir danau.

3 November pukul 07.00 berangkat mendaki ke Pelawangan Senaru, kemudian terus turun. Sampai di penginapan di desa Senaru pukul 19.30.

Biaya

Sewa mobil Lombok Praya-Senaru Rp550 ribu + Senaru-Mataram/Lembar Rp450 ribu. Rp1 juta/5 = Rp200 ribu

‘Mas Momon’ Rp3,101 juta/5 = Rp620,2 ribu

Belanja logistik Rp487.823 + Rp100 ribu = Rp587.823/5 = Rp117.564

Tiket masuk Taman Nasional Gunung Rinjani Rp2.500/orang

Porter jadi guide ke Puncak Rinjani Rp150 ribu + tips Rp25 ribu = Rp175 ribu/5 = Rp35 ribu

————

Total per orang Rp987,6 ribu

Plus…

Pesawat Jakarta-Denpasar pp dan Denpasar Lombok Rp480 ribu + Rp190 ribu = Rp670 ribu

Pelabuhan Lembar-Padang Bai Rp40 ribu

Sewa mobil Padang Bai-Ngurah Rai Rp260 ribu/4

Airport Tax Soetta dan Ngurah Rai Rp80 ribu

—–>> Rp1,842 juta

Riilnya lebih dari itu karena ditambah perjalanan ke gili-gili dan sempat ke Nusa Dua dan Kuta saat pulang transit di Bali, plus makan pasca-Rinjani.

——

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Dieng

Posted: October 28, 2013 in Petunjuk Jalan
Matahari terbit terlihat dari puncak Sikunir

Matahari terbit terlihat dari puncak Sikunir

13-14 September 2013 (Solo travelling)

Destinasi : Telaga Warna, Kawah Sikidang, Kompleks Candi Arjuna, Bukit Sikunir.

Transportasi

Dieng paling mudah dicapai dengan bus jurusan Wonosobo. Dari Jakarta, beberapa bus yang menuju Wonosobo antara lain dari Kalideres, Lebak Bulus, Rawamangun, dan Kampung Rambutan. Bus-busnya Malino Putra, Pahala Kencana, Rejeki Baru, dan Sinar Jaya. Berangkat sekitar pukul 19.00, dengan harga tiket sekitar Rp90 ribu AC.

Bila naik pesawat bisa turun di Yogyakarta atau Semarang. dari Yogyakarta naik bus ke Magelang dan lanjut ke Wonosobo. Dari Semarang naik bus dari Terminal Terboyo ke Wonosobo. Menurut informasi, bus dari Semarang ke Wonosobo cukup banyak dengan jam operasi sepanjang hari.

Bila naik kereta paling dekat turun di Stasiun Purwokerto. Jalur ini yang akan saya ketengahkan di sini, sesuai pengalaman.

Dimulai dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, naik KA ekonomi Progo dengan tarif Rp50 ribu.  Berangkat pukul 22.00 WIB. Sengaja memilih kereta ini karena masih bisa kerja sampai (hampir) selesai dulu.  Tiba di Purwokerto sekitar pukul 03.40 WIB. Nunggu subuh di stasiun. Ada mushola di dalam, tapi penuh dengan polisi yang tidur. Mereka bangun saat ada yang masuk untuk shalat subuh.

Memutuskan untuk naik ojek karena kelamaan nunggu angkot beroperasi. Tukang sampah di stasiun bilang angkot mulai ada sekitar jam 5.30. Ojek Rp20 ribu untuk perjalanan sekitar 15 menit ke Terminal Purwokerto. Sampai di terminal pukul 05.00. Bus menuju Wonosobo sudah standby, kosong. Hanya gue penumpangnya. Lima menit kemudian, bus jalan, masih tetap gue satu-satunya penumpang.

Bus ngetem sebentar di gerbang keluar stasiun, ada beberapa penumpang naik. Setelah itu ngebut ga peduli lampu merah, hanya berhenti saat menaikkan/menurunkan penumpang. Ongkos Rp30 ribu. Gue ketiduran setelah sebelumnya berpesan ke kondektur minta diturunkan di simpang Dieng, ga sampai Terminal Wonosobo. Kalau turun di terminal nanti harus naik angkot lagi ke simpang itu.

Gue pindah naik bus yang lebih kecil yang sudah ngetem di simpang Dieng. Ukurannya sebesar Kopaja, tapi lebih kotak dan agak tinggi. Ongkos Rp10 ribu. Turun di pertigaan Dieng. Bilang aja sebelumnya ke kondektur, mau ke tempat wisata Telaga Warna. Tiba di pertigaan Dieng sekitar pukul 08.30.

Pulangnya, bus dari Dieng cuma ada sampai sekitar pukul 17.00. Kadang magrib masih ada, tapi untung-untungan. Naik bus di Terminal Wonosobo selepas magrib, sudah ga ada kendaraan yang masuk terminal. Nyegat bus mesti di depan gerbang terminal. Nunggu mulai pukul 18.30, baru dapat pukul 19-an. Busnya lebih besar daripada waktu berangkat. Ongkosnya juga lebih murah, Rp25 ribu. Sepertinya itu bus jurusan Semarang, tapi lewat Terminal Purwokerto.

Penginapan dan Makan

Setiap pelancong yang baru turun dari bus di Dieng langsung diserbu tukang ojek. Mereka menawarkan tur sehari dengan ojek Rp100 ribu, sedangkan ke Sikunir untuk melihat matahari terbit Rp50 ribu. Cari penginapan dulu, buat meletakkan tas. Di sekitar pertigaan itu banyak penginapan. Pas di pertigaan, di sebelah kanan ada Dieng Pass, di situ gue menginap.

Si mbak menyebut tarif Rp150 ribu semalam dengan fasilitas air hangat, wifi dan televisi. Gue minta supaya harga diturunkan. Mbak itu bilang, “Yo wes, karena mbaknya sendiri, saya kasih Rp125 ribu.” Menurut dia bila Sabtu-Minggu, kamar di situ tarifnya sekitar Rp150 ribu-Rp200 ribu. Hari itu Jumat. Sewa motor Rp100 ribu untuk 24 jam. No kontak 085291250250, 085743461555.

Kamar Dieang Pass. Sepertinya ini yang paling kecil.

Kamar Dieng Pass. Sepertinya ini yang paling kecil.

Penampakan billboard salah satu penginapan di Dieng.

Penampakan billboard salah satu penginapan di Dieng.

Dari pertigaan ke kanan pas di pojokan ada homestay Bu Jono yang kondang itu. Tarifnya sepertinya sekitar itu juga untuk fasilitas yang sama. Di belakang homestay Bu Jono ada warung makan yang menyediakan cukup beragam menu dengan harga terjangkau. Menurut tukang ojek paling murah Hotel Asri, dari pertigaan ke kiri, jalan kaki ga sampai 100 meter. Di kiri jalan.

Wajib cicip : mie ongklok dan manisan/minuman carica.

Tempat Wisata

Kawasan wisata dieng terbagi menjadi tiga area, Dieng I, Dieng II, dan Dieng III. Tujuan gue cuma Dieng I yang terdiri dari Telaga Warna, Dieng Theatre, Kawah Sikidang, dan Kompleks Candi Arjuna. Dieng I letaknya paling dekat dari city center alias pertigaan Dieng tadi. Gue mendatanginya dengan berjalan kaki. Lumayan pegel tapi memang bener masih terjangkau oleh kaki.

Dari pertigaan ke Telaga Warna sekitar 5-10 menit jalan kaki, melewati pos tiket. Harga tiket terusan yang tertera di tiket Rp20 ribu, tapi yang kita bayarkan Rp18 ribu. Petugasnya bilang nanti kalau masuk lewat gerbang utama telaga warna bayar lagi Rp2.000, tapi bila berjalan kaki bisa masuk melalui jalan setapak di sebelah pos tiket yang terbengkalai, ga sampai 50 meter dari pos. Jalan dikit langsung ketemu Telaga Warna.

Tiket Terusan Dieng I.

Tiket Terusan Dieng I.

Dari gerbang Telaga Warna jalan ke arah kiri, ketemu pertigaan, yang ke kiri menuju Dieng Theatre, sebelah kanan ke Kawah Sikidang dan Kawah Arjuna. Hanya ke Dieng Theatre yang ga ada petunjuk jalannya. Ke Kawah Sikidang jalan kaki sekitar 10-15 menit. Begitu juga dari Kawah Sikidang ke Kompleks Candi Arjuna.

Gue menyelesaikan perjalanan ke tiga tempat itu kurang lebih pukul 15.00. Tapi masih mampir lagi di Telaga Warna sampai sekitar pukul 17.00. Setelah itu kembali ke penginapan karena udah mulai gerimis.

Kawah Sikidang dengan air lumpur yang bergolak mendidih.

Kawah Sikidang dengan air lumpur yang bergolak mendidih.

Telaga Warna.

Telaga Warna.

Bukit Teletubbies...eh, Kompleks Candi Arjuna.

Bukit Teletubbies…eh, Kompleks Candi Arjuna.

Pas setelah adzan dan shalat subuh berangkat ngojek ke Bukit Sikunir. Tiket masuk/parkir Rp3.000. Mendaki sekitar 15 menit sampai puncak dengan diantar tukang ojeknya. Mendaki Sikunir mayan bikin ngos-ngosan, ketauan ga pernah olahraga :p Setelah itu si tukang ojek menawari melihat telaga warna dari atas. Lokasinya di area Dieng Theatre. Dari gerbang masuk parkiran, lurus mentok. Ada jalan setapak menuju dua spot. Satu letaknya lebih tinggi.

Telaga Warna (paling jauh) dan Telaga Pengilon.

Telaga Warna (paling jauh) dan Telaga Pengilon.

Suhu

Suhu paling dingin di Dieng biasanya justru pas musim kemarau. Waktu gue ke sana, suhu sudah tidak terlalu dingin. Pagi di atas jam 9.00 sampai pukul 16.00 rata-rata mungkin 25 derajat celsius. Pakai kaos dua lapis kadang malah kepanasan.  Ga pakai jaket. Malam, setelah magrib suhu drop, rasanya kurang lebih 15-16 derajat. Sedangkan dini hari menjelang dan saat subuh sepertinya sekitar 8-10 derajat. Naik ojek lebih dingin lagi, mengingatkan kembali rasa bersepeda di musim dingin.

Pengeluaran

Akomodasi dan Transportasi saja (belum termasuk makan + oleh2)

KA Progo Pasar Senen-Purwokerto Rp50 ribu + fee Tiket.com Rp12.500 = Rp62.500

KA Argo Dwipangga Purwokerto-Jatinegara = Rp230 ribu

Ojek Stasiun Purwokerto-Terminal Purwokerto pp = Rp40 ribu

Bus Purwokerto-Wonosobo Rp30 ribu

Bus Wonosobo-Purwokerto Rp25 ribu

Bus Wonosobo-Dieng pp Rp20 ribu

Ojek Sikunir Rp50 ribu + Rp3.000 (parkir/tiket) = Rp53 ribu

Tiket terusan Dieng I Rp18 ribu

Penginapan 1 malam Rp125 ribu

———————————————————————————————————————————-

Rp603 ribu

PS: Baca juga Gue dan Tukang Ojek

****

HOMESTAY MURAH DI JAKARTA. HANYA Rp70 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Pulau Pari

Posted: October 25, 2013 in Petunjuk Jalan

Ndy

Snorkeling di sekitar Pulau Pari. Lokasi : dekat Pulau Tikus.

Snorkeling di sekitar Pulau Pari. Lokasi : dekat Pulau Tikus.

Seri Kepulauan Seribu, simak juga Pulau Kelapa & Pulau Harapan.

21-22 Juni 2013 (Peserta : gue + tiga keponakan usia 10-12 th)

Destinasi : Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

ATM

Di Pelabuhan Kali Adem Muara Angke maupun Pulau Pari tidak ada ATM. Jadi, bawa uang tunai sesuai kebutuhan.

Transportasi

Dari rumah naik mobil ke Pelabuhan Kali Adem Muara Angke. Tarif parkir mobil menginap semalam Rp50 ribu. Pelabuhan di Muara Angke ada dua, yang baru adalah Pelabuhan Kali Adem, untuk pemberangkatan kapal-kapal Kemenhub. Sedangkan pelabuhan lama adalah tempat pemberangkatan kapal-kapal kayu bermotor milik nelayan. 

Awalnya hendak mengunjungi Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Tapi sesampainya di Pelabuhan Muara Angke (hampir pukul 7 pagi), kapal kayu menuju Pulau Tidung sudah berangkat, sedangkan tiket kapal milik Kemenhub ke tujuan Pulau Tidung sudah habis oleh antrean calon penumpang yang sudah terlebih dulu tiba.

Akhirnya berubah haluan ke Pulau Pari yang masih tersedia tiketnya.  Pas banget, kalau kalah duluan sama tiga orang saja udah ga ada lagi tiket untuk empat orang. Cara antrenya dengan mengantrekan tas sesuai jumlah tiket yang hendak dibeli. Antrean sudah dimulai sebelum loket dibuka. Datanglah paling lambat pukul 06.00 WIB.

Harga tiket kapal Kerapu tujuan Pulau Pari  Rp42 ribu/orang —> sebelum harga BBM bersubsidi naik ke Rp6.500/liter.

Kapal berangkat sekitar pukul 08.00. Keberangkatan berikutnya sekitar pukul 12.00. Namun tidak pasti, tergantung situasi ombak. Seringkali di siang hari ombak cukup besar sehingga kapal cepat milik Kemenhub yang mungil-mungil tidak berani lewat. Perjalanan ga ssampai satu jam.

Sedangkan dari Pulau Pari keberangkatan kapal milik Kemenhub sekitar pukul 10 pagi. Tapi  begitu loket buka sekitar pukul 8 pagi harus cepat beli tiket. Jatah tiket untuk Pulau Pari hanya 6 buah. Jika pulang pada hari Sabtu lebih mudah karena bisa menumpang kapal kayu yang relatif kosong saat kembali ke Pelabuhan Muara Angke.  Kapal kayu mulai berdatangan mulai pukul 9 pagi. Tiket kapal kayu bayar di kapal.

Kapal Kerapu milik Kementerian Perhubungan

Kapal Kerapu milik Kementerian Perhubungan

Kapal kayu yang mengantar penumpang dari pelabuhan Jakarta (di Pulau Jawa) ke Kepulauan Seribu.

Kapal kayu yang mengantar penumpang dari pelabuhan Jakarta (di Pulau Jawa) ke Kepulauan Seribu.

Menurut keterangan petugas, naik kapal kayu bayar Rp30 ribu per orang. Tapi dari Pelabuhan Muara Angke hanya 1-2 kapal yang berangkat pada hari biasa, itupun pagi-pagi sekali. Kalau mau naik kapal tersebut harus datang sebelum jam 6 pagi. Di akhir pekan, keberangkatan kapal kayu lebih kerap, tapi ramainya minta ampun *alergi keramaian*.

Penginapan & Sewa Kapal

Di hari biasa mudah sekali mendapatkan penginapan. Semuanya dalam bentuk rumah penduduk yang disewakan. Tarif sewa satu rumah (dua kamar) non AC sekitar Rp250 ribu-Rp300 ribu. AC Rp400 ribu-Rp500 ribu.  Jika datang pada waktu akhir pekan sebaiknya pesan penginapan dulu di muka. Go show sangat mungkin ga kebagian penginapan. Tenda ada disewakan di pinggir Pantai Pasir Perawan dengan tarif Rp60 ribu-Rp80 ribu per tenda. Atau menumpang tidur di saung-saung, sewa Rp20 ribu per orang.

Salah satu kontak penginapan : Homestay Mole Pulau Pari 085810189578 (Ibu Ibad). Juga menyewakan peralatan snorkeling Rp25 ribu/set dan sewa kapal Rp250 ribu-Rp300 ribu.

Pemilik kapal biasanya  mengantar ke beberapa lokasi snorkeling di dekat Pulau Pari dan mampir berlabuh di Pulau Tikus. Jangan lupa bawa bekal biskuit atau roti-roti buat mengumpulkan ikan :D

Sepeda disewakan oleh penginapan. Kebetulan Homestay Mole ga menyewakan sepeda, tapi mungkin bisa mencarikan.

Pantai Pulau Tikus dan kapal sewaan yang mengantar snorkelingan dan menclok pulau. Karena kapalnya kecil tarifnya Rp250 ribu.

Pantai Pulau Tikus dan kapal sewaan yang mengantar snorkelingan dan menclok pulau. Karena kapalnya kecil tarifnya Rp250 ribu.

Pantai Pulau Tikus. Aman untuk anak kecil berenang-renang.

Pantai Pulau Tikus. Aman untuk anak kecil berenang-renang.

Makan

Di Pulau Pari tidak ada warteg ataupun warung nasi. Di mana-mana cuma jual Indomie yang dihargai Rp8.000 per porsi, belum termasuk minum. Jadi kecuali udah terlebih dahulu pesan masakan pada saat memesan penginapan sebaiknya bawa bekal nasi dari rumah. Makan malam bisa pesan dari pemilik penginapan saat sudah di Pulau Pari. Satu set masakan terdiri dari nasi, sayur kangkung, sambal kecap, dan dua ekor tongkol bakar yang berlebih untuk makan 4 orang dihargai Ibu Ibad Rp65 ribu.

Pengeluaran

Bawa uang tunai :

Rp1,2 juta,

hampir habis, cuma sisa Rp2.ooo. Pengeluaran termasuk untuk bayar tol pulang-pergi dari Bekasi, plus ongkos parkir di Pelabuhan Muara Angke. Itu juga termasuk bayar tiket masuk Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari Rp3.500 per orang.

****

HOMESTAY HEMAT DI JAKARTA. HANYA Rp80 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP120 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.