Archive for the ‘Tips’ Category

Memilih Hostel

Posted: May 13, 2014 in Tips

MELANJUTKAN topik yang lalu, di bawah ini ada beberapa petunjuk memilih hostel. Tempat-tempat untuk mencari hostel di dunia maya cukup banyak. Yang biasa gue telusuri adalah hostelworld.com, hostelbookers.com, travelmob.com, booking.com.

1. Lihat ratingnya. Sebaiknya pilih yang memiliki rating minimal 80%. Bila dirinci, cari yang rating lokasinya minimal 80%. Dekat ke mana-mana itu lebih praktis. Tidak jarang hostel memiliki lokasi lebih strategis ketimbang hotel.

2. Ada dua tipe kamar. Private dan dorm (dormitory). Seluruh pemesanan dilakukan dengan hitungan per tempat tidur. Bila yang dipesan adalah tempat tidur di kamar private, seluruh tempat tidur di kamar itu harus ikut dipesan. Adapun untuk dorm bisa dipesan satu tempat tidur saja atau sesuai kebutuhan.

3. Hampir seluruh hostel menyediakan kamar-kamar dengan tempat tidur tingkat dan kamar mandi di luar/sharing. Namun kamar yang diberi label private umumnya memiliki kamar mandi di dalam. Sesuaikan dengan kebutuhan.
Istilah ensuite = kamar mandi di dalam; shared = kamar mandi di luar, dipakai bergantian dengan tamu hostel lainnya.

Kamar salah satu hostel di Talinn dengan kapasitas 8 tamu. Dilengkapi fasilitas wifi. Bila tak ada tamu lain, seisi kamar milik sendiri.

Kamar salah satu hostel di Riga, Latvia, dengan kapasitas 8 tempat tidur untuk 8 tamu. Dilengkapi fasilitas wifi. Bila tak ada tamu lain, seisi kamar milik sendiri.

4. Satu kamar dorm berisi 4 sampai 24 tempat tidur. Mixed artinya tidak dipisahkan antara cewek dan cowok. Misalnya, 6 bed mixed room artinya satu kamar berisi tempat-tempat tidur tingkat untuk enam orang, tidak peduli cewek atau cowok.

5. Jenis kamar dorm lain adalah yang berlabel ‘female‘. Artinya seluruh penghuni kamar harus perempuan. Jika melancong sendirian, gue sebisa mungkin memilih dorm untuk perempuan. Sedangkan bila bersama teman, fleksibel. Biasanya memilih ‘mixed‘ karena tarifnya seringkali lebih murah.

6. Pilih hostel yang menyediakan sarapan gratis. Ini sangat berguna demi menghemat waktu. Lebih enak beranjak dari hostel dengan perut kenyang sehingga bisa langsung mulai menjelajah.

7. Lebih baik lagi bila hostel menyediakan dapur dengan peralatan standar seperti microwave, toaster, kompor, panci, dan penggorengan. Lumayan, di beberapa kota/destinasi, memasak sendiri membuat pengeluaran jauh lebih hemat. Bisa juga untuk masak mie instan yang dibawa dari rumah.

8. Simak review-review dari tamu sebelumnya. Sesuaikan dengan kadar toleransi kita. Ingat, hostel merupakan penginapan standar alias sederhana. Sedangkan setiap orang memiliki kadar toleransi ‘standar’ yang berbeda-beda.
Sebagian mungkin sangat mengutamakan kebersihan, baik kamar, tempat tidur, maupun kamar mandi. Sebagian lagi tidak bisa mentolerir suara bising lalu lintas atau keramaian malam. Ada pula yang tidak bisa tidur di kamar tanpa jendela. Semua keluhan tamu bisa disimak di bagian review.

Kamar hostel di Vilnius. Menginap di hostel terbiasa meninggalkan tas dan barang bawaan di kamar begitu saja. Biasanya yang dibawa jalan-jalan hanya dompet/uang, paspor, hp/pad. Pakaian beserta ransel ditinggal di kamar.

Kamar hostel di Vilnius, Lithuania. Tidak semua hostel menyediakan loker, jadi menginap di hostel terbiasa meninggalkan tas dan barang bawaan di kamar begitu saja. Yang dibawa jalan-jalan hanya dompet/uang, paspor, hp/pad. Pakaian, handuk, beserta ransel ditinggal di kamar.

9. Pemesanan via laman daring biasanya dikenai kewajiban membayar uang muka 10% yang hanya bisa dibayar dengan kartu kredit. Sisanya dilunasi ketika kita sudah tiba di hostel. Kebanyakan hostel hanya menerima mata uang lokal dan dalam bentuk tunai.

10. Baca ketentuan-ketentuan yang ditetapkan hostel, termasuk aturan pembatalan pemesanan.

Simak juga H o s t e l

****

PROMO : HOMESTAY HEMAT DI JAKARTA. HANYA Rp60 RIBU/BED/MALAM, ATAU  RP100 RIBU PER KAMAR (2 BED TINGKAT) PER MALAM. SIMAK DI SINI.

Berlibur Murah dan Tidak Berdesakan

Posted: November 24, 2013 in Tips

1. Pantau periode promosi maskapai/PT KAI dan tentukan destinasi liburan berdasarkan promo tersebut. Caranya? Daftar mailing list/newsletter-nya. Nanti pasti dikasih info via email tiap kali ada promo.

2. Cek satu per satu harga tiket per tanggal dalam periode promo. Misalnya, periode terbang ditentukan Januari-September. Maka, harus dilihat satu per satu tiap tanggal dari mulai Januari hingga September. Jangan malas. Kalau malas ya beli aja di agen tiket.

Catat tanggal-tanggal yang menawarkan harga termurah. Padukan dengan tiket kembalinya.

3. Seperti juga pelancong yang lain, gue menyiapkan kalender lengkap dengan tanggal-tanggal libur nasional sebagai referensi. Tapi, beda dengan kebanyakan pelancong, kalender itu gue pakai sebagai panduan untuk menghindari musim liburan, long weekend, maupun libur nasional. Bahkan akhir pekan pun sering gue hindari.

Kenapa? Gue pusing ngeliat banyak orang. Foto aja mesti ngantre dan pastinya background-nya juga keliatan ramai orang. Selain itu di periode low season biasanya harga tiket/akomodasi lebih murah, Kecuali bila memang tujuan kita event-event tertentu, seperti Sail Komodo.

Konsekuensinya memang harus cuti. Tapi ga apa-apa. Selama ini bisa cuti kapan aja asalkan tetap dalam koridor ’12 hari’. Malah relatif gampang minta cuti kalau di luar ‘peak season’ seperti liburan sekolah dan Lebaran/Natal.

Apa enaknya mengunjungi Bromo kalau pengunjungnya membludak kayak gini? Sumber: http://kuspriyatna.blogspot.com/2013/11/bromo-gunung-eksotis-di-jawa-timur.html

Apa enaknya mengunjungi Bromo kalau pengunjungnya membludak kayak gini?
(Sumber: http://kuspriyatna.blogspot.com/2013/11/bromo-gunung-eksotis-di-jawa-timur.html)

4. Itu kalau bujangan. Kalau liburan keluarga gimana? Kan harus menyesuaikan dengan jadwal libur anak.
Tetep bisa kok, karena gue udah mencoba mempraktikkan dengan ponakan-ponakan. Gue ngajak mereka ke Pulau Pari pas sehari menjelang terima rapor, sebelum weekend. Kondusif sekali destinasinya. Ga ramai oleh pengunjung.

Saran gue, mintalah jadwal agenda sekolah yang berisi periode ulangan umum, terima rapor, dan libur sekolah. Lalu sesuaikan pembelian tiket promo dengan periode antara seusai ulangan umum dan terima rapor. Selanjutnya, ambil cuti pada tanggal-tanggal tersebut.

Oya, supaya lebih gampang ‘izin’ sekolahnya. Anak kita harus pinter di sekolah. Jadikan liburan sebagai iming-iming untuk memotivasi mereka belajar lebih giat. Jangan segan-segan ‘menghukum’-nya dengan membatalkan liburan. Eh…ini kok lama-lama jadi ‘parenting tips’ sih…hadehhh…

5. Kalau susah ambil cuti gimana? Cari pekerjaan lain lah. Gitu aja kok repot.